Sebab Cinta, Nabi Hentikan Perjalanan
ILUSTRASI: Pixabay
Jakarta: Siti Aisyah gusar. Kalung yang dikenakannya terputus dan jatuh. Padahal, rombongan baru tiba di Albyda, sehampar tanah lapang sebelah barat daya Kota Madinah.

Rasulullah Muhammad saw. yang amat mencintai Aisyah, tentu tak tega melihat kecemasan melanda istrinya. Nabi langsung menghentikan laju tunggangan. Kepada para sahabat yang turut dalam perjalanan, beliau meminta kesempatan untuk melakukan pencarian.


Para sahabat tak tinggal diam. Melihat Nabi sibuk mencari benda kesayangan istrinya, sebagian dari mereka turut menelusuri. Sementara sisanya melaporkan kepada Abu Bakar Shidiq yang sudah berada jauh di barisan depan.

"Aisyah kehilangan kalung. Hal itulah yang menyebabkan Nabi menghentikan perjalanan," kata seseorang.

Mendengar kabar itu, Abu Bakar menaruh sedikit jengkel kepada Aisyah yang tak lain adalah putrinya sendiri. Ia lantas berbalik arah menuju kelompok yang tertinggal. Berharap bisa menemui dan meminta maaf kepada Rasulullah, serta menasihati Aisyah agar tak lagi mengulangi kelalaian.

Rupanya, rentang jarak yang terpisah sudah cukup jauh dan memakan waktu. Ketika Abu Bakar sampai, dijumpainya Aisyah yang sedang memangku kepala Rasulullah. Nabi kelelahan, ia tampak tertidur pulas.

"Aisyah, putriku. Mengapa engkau terus-terusan membuat Rasulullah susah?" keluh Abu Bakar.

Yang Abu Bakar sesali, Nabi menghentikan perjalanan di saat ia telah bersuci. Padahal, di bekal rombongan sudah tak ada air lagi. Abu Bakar khawatir, Rasulullah akan kesusahan jika membutuhkan wudu kembali.

Dimarahi sang ayah, Aisyah cuma bisa diam. Ia takut, sedikit gerak saja membuat sang pujaan terjaga dari tidurnya.

Di pagi harinya, Rasulullah bersabda ihwal kebolehan bersuci menggunakan debu di kala air tak ada. Abu Bakar pun gembira mendengarnya. Di balik itu, ada semacam sesal telah memarahi Aisyah.

Ia berpikir, terputusnya kalung putri kesayangannya itu memang sekadar perantara akan turunnya satu penjelasan agama.

"Aisyah, sungguh, kau anak yang mendapatkan berkah," ucap Abu Bakar, kepada putrinya.

Setelah matahari kian menanjak, Nabi memerintahkan rombongan melanjutkan perjalanan. Ketika unta yang ditunggangi Aisyah berdiri, kalung yang dicari-cari itu rupanya tak jauh ke mana, tepat berada di bawahnya.

Sumber: Disarikan dari hadis yang diriwayatkan Al Bukhari [334], Ibnu Majah [558], juga Ath Thabrani dalam Al Mu’jamul Kabiir Nomor 18683.



(SBH)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id