Cara Rasulullah Membaca Tanda Buka Puasa
ILUSTRASI: Pixabay
Jakarta:Dalam sebabak perjalanan bersama para sahabatnya, Nabi Muhammad saw. memerintahkan rombongan agar lekas menyiapkan menu berbuka puasa. 

Melihat separuh matahari sudah terbenam, Nabi berkata, "Wahai fulan, berdirilah, campurlah tepung sawiq dengan air untuk kita."


Seseorang yang ditunjuk Nabi itu lantas menyarankan, "Wahai Rasulullah, alangkah baiknya kalau menunggu sampai sore hari (sebab cahaya matahari masih tampak)."

"Turunlah," kata Nabi, tersenyum. "Campurlah sawiq dan air untuk kita."

Namun lagi-lagi, orang tersebut menjawab, "Sesungguhnya engkau masih punya waktu siang yang cukup."

Nabi pun kembali bersabda, "Turunlah, campur sawiq dan air untuk kita."

Setelah mendengar perintah berulang ketiga kalinya, barulah sahabatnya itu bergegas turun dan membuat minuman untuk rombongan.

Nabi menerima dan meminum pertama kalinya. Sembari meneguk, Rasulullah memberikan isyarat dengan jari telunjuk yang diarahkan ke timur.

Nabi bersabda, "Apabila kamu melihat malam datang dari sini, maka orang yang berpuasa sudah diperbolehkan berbuka."

Sumber:Disarikan dari Sahih Bukhari (1866-67) dan Sahih Muslim Kitab As-Shiyam.




(SBH)