Riyana, pelajar Indonesia yang menjalani Ramadan di Beijing, Tiongkok. Foto: Metro Xinwen
Riyana, pelajar Indonesia yang menjalani Ramadan di Beijing, Tiongkok. Foto: Metro Xinwen

Kisah Riyana, Pelajar WNI yang Menjalani Ramadan di Beijing

Ramadan ramadan wni Tiongkok pandemi covid-19 Ramadan 2021
Harianty • 05 Mei 2021 15:51
Beijing: Berpuasa di luar negeri di tengah pandemi seperti saat ini, memiliki tantangan tersendiri. Seperti halnya yang disampaikan oleh Riyana, salah satu pelajar Indonesia yang tengah menuntut ilmu di Beijing, Tiongkok.
 
Akibat pandemi covid-19, pada Ramadan tahun ini Riyana tidak bisa kembali ke Tanah Air. Dia pun menceritakan perbedaan suasana Ramadan di Tiongkok dan Indonesia.
 
“Ramadan di Tiongkok sedikit berbeda dengan Indonesia. Yang pertama, Tiongkok terletak di belahan bumi utara, dan telah memasuki musim panas pada saat Ramadan, di mana siang menjadi lebih panjang dari malam. Sehingga waktu kerja dan istirahat juga berubah,” ujar Riyana dalam program Metro Xinwen, 5 Mei 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Karena itu, waktu berpuasa di Tiongkok lebih lama dibandingkan di Indonesia, yakni hingga 13 jam. Kedua, penduduk beragama Islam termasuk dalam kelompok minoritas, sehingga suasana Ramadan juga lebih sepi,” jelasnya.
 
Banyak murid Indonesia di Tiongkok yang berbuka puasa dengan makanan Indonesia, dan mereka memasak masakan sendiri.
 
Puasa yang diawali dengan sahur, dimulai sejak pukul 3.00 subuh dan waktu Imsak pada pukul 3.30. Biasanya warga Muslim pergi ke berbelanja bahan masakan ke kawasan Niujie, salah satu daerah dengan populasi muslim terpadat di Beijing.
 
Riyana menceritakan, di Niujie ada banyak toko yang menjual barang kebutuhan muslim, supermarket serta restoran halal. Bahkan warga Muslim biasa membeli daging halal, sajadah serta Al-Qur’an.
 
Buka puasa, di Beijing memang relatif sepi, Riyana pun memilih untuk buka puasa di Masjid Niujie yang merupakan tempat ibadah muslim kuno yang dianggap sebagai salah satu masjid tertua dan paling penting di Tiongkok.
 
Lama di perantauan, tentu membuat Riyana kangen berbuka puasa dengan teman sesama muslim. Setidaknya ada 1.000 restoran dan toko makanan halal di Beijing, dengan harga bervariasi mulai dari 5 yuan atau sekitar Rp11.000.
 
Tiongkok, merupakan negara terpadat di dunia, dengan jumlah penduduk lebih dari 1.4 miliar orang. Kota bisnis ini relative sibuk, meski di masa pandemi covid-19.
 
Melalui protokol kesehatan yang ketat, Tiongkok berhasil melawan pandemi. Mereka kini mulai berangsur menuju ke kegiatan normal seperti halnya sebelum virus korona menyerang.
 

(FJR)
LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif