medcom.id, Yogyakarta: Ramadan tak hanya menjadi momen memperbanyak ibadah, namun juga bisa menjadi untuk memperoleh berkah. Sebanyak 280 pedagang yang berada di Kampung Ramadan Jogokaryan bisa sebulan penuh berjualan. Menu yang dijual pun beragam, dari tradisional hingga modern.
"Dulu pedagang yang banyak dari masyarakat sekitar. Tapi, sekarang pedagang luar sudah semakin banyak," kata Bendahara Kampung Ramadan Masjid Jogokaryan 2015, Wahyu Tejo Raharjo, kepada <i>Metrotvnews.com</i>, Senin (22/6/2015).
Semakin bertambahnya pedagang, bertambah pula omzet. Pada 2014 lalu, omzet kampung Ramadan mencapai Rp2,5 miliar. "Panitia tidak menarget omzet berapa. Kami hanya menyediakan fasilitas berdagang," katanya.
Meski berjualan sebulan penuh, panitia kampung Ramadan tak mematok besaran tarif per lapak untuk berdagang. Pembayaran hanya sebagai wujud infaq dengan nominal seikhlasnya.
"Kecuali perusaahaan besar yang ikut berjualan harus memberi infaq dengan nilai yang pantas, meskipun tidak kami tentukan," ungkapnya.
Berkat jualan selama Ramadan, terkadang ada warga yang berjualan lanjutan dan menjadi profesi untuk memperoleh rezeki. "Panitia hanya memberikan kesempatan masyarakat mengembangkan usaha," ungkapnya menambahkan.
medcom.id, Yogyakarta: Ramadan tak hanya menjadi momen memperbanyak ibadah, namun juga bisa menjadi untuk memperoleh berkah. Sebanyak 280 pedagang yang berada di Kampung Ramadan Jogokaryan bisa sebulan penuh berjualan. Menu yang dijual pun beragam, dari tradisional hingga modern.
"Dulu pedagang yang banyak dari masyarakat sekitar. Tapi, sekarang pedagang luar sudah semakin banyak," kata Bendahara Kampung Ramadan Masjid Jogokaryan 2015, Wahyu Tejo Raharjo, kepada
Metrotvnews.com, Senin (22/6/2015).
Semakin bertambahnya pedagang, bertambah pula omzet. Pada 2014 lalu, omzet kampung Ramadan mencapai Rp2,5 miliar. "Panitia tidak menarget omzet berapa. Kami hanya menyediakan fasilitas berdagang," katanya.
Meski berjualan sebulan penuh, panitia kampung Ramadan tak mematok besaran tarif per lapak untuk berdagang. Pembayaran hanya sebagai wujud infaq dengan nominal seikhlasnya.
"Kecuali perusaahaan besar yang ikut berjualan harus memberi infaq dengan nilai yang pantas, meskipun tidak kami tentukan," ungkapnya.
Berkat jualan selama Ramadan, terkadang ada warga yang berjualan lanjutan dan menjadi profesi untuk memperoleh rezeki. "Panitia hanya memberikan kesempatan masyarakat mengembangkan usaha," ungkapnya menambahkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UWA)