Jakarta: Survei Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat kereta api menjadi moda transportasi terbanyak yang dipakai pemudik pada musim Lebaran 2024 atau Idulfitri 1445 Hijriah. Totalnya mencapai 39,32 juta orang.
"Berdasarkan jawaban responden, 20,30 persen memilih menggunakan kereta api antarkota," kata Kepala BKT Kemenhub, Robby Kurniawan, dalam konferensi pers virtual 'Persiapan dan Rencana Operasi Angkutan Lebaran 2024', Minggu, 17 Maret 2024.
Menurut Robby, referensi masyarakat untuk menggunakan kereta api tinggi. Namun, keterbatasan kursi penumpang menjadi kendala.
"Dengan adanya keterbatasan seat yang ada di kereta api tentunya ini akan memungkinkan terjadinya shifting. Baik dia menggunakan kendaraan pribadi, menggunakan bus atau menggunakan sepeda motor," ucap Robby.
Kemudian, 37,51 juta atau 19,37 persen pemudik akan menggunakan bus. Pengguna mobil pribadi sebanyak 35,42 persen atau 18,29 persen dan pemudik menggunakan motor 32,12 juta atau 16,07 persen.
"Kemudian, penggunaan mobil sewa sebesar 11,6 juta atau 6,01 persen," ujar Robby.
Pemudik yang menggunakan pesawat tercatat 10,97 juta atau 5,67 persen. Lalu, kapal penyebrangan atau ASDP sejumlah 10,65 atau 5,50 persen. Sedangkan pengguna transportasi lain berada di bawah 4 persen atau 9 juta orang ke bawah.
Kemenhub sejatinya memprediksi pemudik secara nasional pada Lebaran 2024 sebanyak 193,6 juta orang. Jumlah tersebut meningkat ketimbang Lebaran 2023 yang tercatat sejumlah 123,8 juta orang.
Survei BKT dilakukan secara nasional di 38 provinsi dan melibatkan 15 ribu responden pada 29 Januari hingga 29 Februari 2024. Sampel menggunakan rumus slovin dengan pengambilan melalui online.
Metode analisis menggunakan deskriptif, estimasi, dan crosssectional analisys. Margin of error dari survei tersebut mencapai 0,82 persen.
Jakarta: Survei Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat
kereta api menjadi moda transportasi terbanyak yang dipakai
pemudik pada musim
Lebaran 2024 atau Idulfitri 1445 Hijriah. Totalnya mencapai 39,32 juta orang.
"Berdasarkan jawaban responden, 20,30 persen memilih menggunakan kereta api antarkota," kata Kepala BKT Kemenhub, Robby Kurniawan, dalam konferensi pers virtual 'Persiapan dan Rencana Operasi Angkutan Lebaran 2024', Minggu, 17 Maret 2024.
Menurut Robby, referensi masyarakat untuk menggunakan kereta api tinggi. Namun, keterbatasan kursi penumpang menjadi kendala.
"Dengan adanya keterbatasan seat yang ada di kereta api tentunya ini akan memungkinkan terjadinya
shifting. Baik dia menggunakan kendaraan pribadi, menggunakan bus atau menggunakan sepeda motor," ucap Robby.
Kemudian, 37,51 juta atau 19,37 persen pemudik akan menggunakan bus. Pengguna mobil pribadi sebanyak 35,42 persen atau 18,29 persen dan pemudik menggunakan motor 32,12 juta atau 16,07 persen.
"Kemudian, penggunaan mobil sewa sebesar 11,6 juta atau 6,01 persen," ujar Robby.
Pemudik yang menggunakan pesawat tercatat 10,97 juta atau 5,67 persen. Lalu, kapal penyebrangan atau ASDP sejumlah 10,65 atau 5,50 persen. Sedangkan pengguna transportasi lain berada di bawah 4 persen atau 9 juta orang ke bawah.
Kemenhub sejatinya memprediksi pemudik secara nasional pada Lebaran 2024 sebanyak 193,6 juta orang. Jumlah tersebut meningkat ketimbang Lebaran 2023 yang tercatat sejumlah 123,8 juta orang.
Survei BKT dilakukan secara nasional di 38 provinsi dan melibatkan 15 ribu responden pada 29 Januari hingga 29 Februari 2024. Sampel menggunakan rumus slovin dengan pengambilan melalui online.
Metode analisis menggunakan deskriptif, estimasi, dan
crosssectional analisys.
Margin of error dari survei tersebut mencapai 0,82 persen.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AZF)