Seorang petugas sedang menguji bus AKAP di Terminal Baranangsiang. Foto: Ant/Jafkhairi.
Seorang petugas sedang menguji bus AKAP di Terminal Baranangsiang. Foto: Ant/Jafkhairi.

Tak Laik Jalan, Jonan Panggil Operator Bus AKAP

Ramadan bus
Wanda Indana • 09 Juni 2016 14:58
medcom.id, Jakarta: Menteri Perhubungan Ignasius Jonan bakal memanggil perusahaan otobus (PO) se-Jabodetabek, Senin 13 Juni. Pemanggilan itu untuk menyosialisasikan target Kemenhub yang ingin mendorong peningkatan pelayanan penumpang transportasi darat.
 
Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Elly Adriani Sinaga menjelaskan, pemanggilan itu sekaligus buat menegur manajemen PO yang lemah mengawasi pengemudi dan armadanya. Banyak ditemukan moda transportasi darat, khususnya Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP), yang tidak laik jalan.
 
"Hari Senin PO kita kumpulin, saya mau bacain dosa-dosanya, masa dibiarin busnya jalan dengan ban gundul. Saya sudah bertekad sama Pak Menteri, kita targetnya kan zero accident. Bukan selama lebaran saja, tapi seterusya dong," kata Elly kepada Metrotvnews.com di kantor BPTJ, Jalan MT Haryono, Jakarta Selatan, Kamis (9/6/2016).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Elly mengungkapkan, beberapa waktu lalu petugas BPTJ sudah melakukan inspeksi keselamatan angkutan umum (ramp check) di sejumlah terminal se-Jabodetabek. Hasilnya ditemukan banyak pelanggaran, seperti kelengkapan bus dan pelanggaran izin trayek. Terminal Baranangsiang, Bogor, merupakan terminal terparah se-Jabodetabek.
 
"Baranangsiang itu benar-benar baranang kerbau kali ya, kesel saya lihatnya. Sama sekali tidak memberikan pelayanan kepada masyarakat," ucap Elly.
 
Tak Laik Jalan, Jonan Panggil Operator Bus AKAP

Sopir bus AKAP diperiksa kondisi kesehatannya. Foto: Ant/Jafkhairi.

Elly kaget bukan main saat mengetahui pengemudi bus melakukan pelanggaran izin trayek di Terminal Baranangsiang. Dirinya juga menemukan sopir bus AKAP tidak mengantongi Surat Izin Mengemudi. Tidak ada pengecekan bus keluar masuk terminal. Padahal, kata Elly, setiap bus yang masuk dan keluar harus didata.
 
"Saya tanya sama sopirnya minta kartu pengawasan buat cek trayek. Saya cek, 'Loh Anda ini trayeknya mana?' Diam saja itu sopir, 'Ini kan tryaek Merak-Tanjung Priok, kenapa Anda ngendon nya di sini?," cerita Elly.
 
Saat itu, Elly langsung memanggil Kepala Terminal Baranangsiang untuk meminta penjelasan. Dia bilang, kepala terminal tidak bisa menjawab. "Saya panggil petugas, suruh tilang. Akhirnya ditilang itu bus. Kepala terminal harus cek itu," kata Elly.
 
‎Seperti diketahui, BPTJ sudah melakukan inspeksi keselamatan angkutan umum (ramp check) di sembilan termimal di wilayah Jabodetabek sejak awal Ramadan. Ramp check dilakukan mulai 6 Juni hingga 24 Juni.‎
 
Hasil ramp check selama tiga hari di sembilan terminal se-Jabodetabek tidak memuaskan. Jumlah kelaikan angkutan umum seperti Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) menjelang mudik lebaran 2016 baru mencapai 10,36 persen.
 
"Sudah 685 kendaraan yang sudah diuji, sekitar 71 kendaran atau 10,36 persen yang laik jalan, sangat mengecewakan," kata Elly.
 
Tak Laik Jalan, Jonan Panggil Operator Bus AKAP

Kepala BPTJElly Adriani Sinaga. Foto: MTVN.com/Wanda Indana.

Elly mengungkapkan, PO sebenarnya sudah memahami prosedur dan persyarata agar bus bisa melakukan perjalanan. Hanya saja, PO tidak menempatkan keselamatan dan kenyamanan penumpang sebagai prioritas. Padahal, lanjut Elly, pihaknya melakukan ramp check setiap enam bulan sekali.‎
 
Tak hanya di terminal, rencananya kegiatan ramp check juga akan dilakukan di pool-pool bus. Upaya itu dilakukan untuk menjamin semua bus dari Jabodetabek yang melakukan perjalanan menjelang lebaran sudah melakukan lulus uji kelaikan. Sebab, angka bus AKAP yang masuk ke terminal jumlahnya berkurang.
 
Elly optimistis PO patuh dan mampu melengkapi semua persyaratan ramp check yang ditetapkan BPTJ. Dia bilang, keselamatan penumpang harus diutamakan.
 
"Target kita zero accident ya, tapi tidak mungkin 100 persen, tapi dua minggu waktu yang diberikann bisa maksimal. Sebenarnya tidak hanya menjelang lebaran saja, harus setiap waktu," ujarnya.
 
Ada sembilan item dalam uji kelayakan jalan kendaraan, yakni meliputi sistem penerangan, ban, sistem alat kemudi, komponen pendukung, perlengkapan kendaraan bermotor, peralatan tanggap darurat, bagian badan kendaraan. Sementara dua item lainnya meliputi kondisi pengemudi (sopir) dan kelistrikan untuk audio visual. ‎‎

 

(DOR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif