medcom.id, Merak: Menteri Perhubungan Ignasius Jonan sebut antrean Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten, yang sempat mengular hingga 10 kilometer, merupakan hal biasa.
"Itu hal yang wajar, asalkan kendaraan masih tetap berjalan," kata Jonan saat memantau Pelabuhan Merak, Minggu (3/7/2016).
Ia juga menyebut antrean di gerbang tol menuju Pelabuhan Merak memang disengaja. "Memang sengaja ditahan di gerbang tol, tujuannya untuk mengurangi beban di dermaga," ujar dia.
Jonan mengatakan jumlah kapal untuk menyeberang sudah cukup. Kalaupun ada kepadatan, hal itu dikarenakan pemudik berangkat bersamaan.
"Kalau kapal menurut saya itu sudah cukup, sudah sesuai jumlahnya. Tapi kalau berangkatnya berbarengan, ya, memang harus menunggu," kata dia.
Jonan berharap operator Pelabuhan Merak, yakni PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry, tetap menjaga ritme pemberangkatan kapal dan memperhatikan manifesto penumpang.
medcom.id, Merak: Menteri Perhubungan Ignasius Jonan sebut antrean Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten, yang sempat mengular hingga 10 kilometer, merupakan hal biasa.
"Itu hal yang wajar, asalkan kendaraan masih tetap berjalan," kata Jonan saat memantau Pelabuhan Merak, Minggu (3/7/2016).
Ia juga menyebut antrean di gerbang tol menuju Pelabuhan Merak memang disengaja. "Memang sengaja ditahan di gerbang tol, tujuannya untuk mengurangi beban di dermaga," ujar dia.
Jonan mengatakan jumlah kapal untuk menyeberang sudah cukup. Kalaupun ada kepadatan, hal itu dikarenakan pemudik berangkat bersamaan.
"Kalau kapal menurut saya itu sudah cukup, sudah sesuai jumlahnya. Tapi kalau berangkatnya berbarengan, ya, memang harus menunggu," kata dia.
Jonan berharap operator Pelabuhan Merak, yakni PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry, tetap menjaga ritme pemberangkatan kapal dan memperhatikan manifesto penumpang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UWA)