medcom.id, Jakarta: PT KAI mengevaluasi perjalanan kereta selama arus mudik dan arus balik Lebaran 2015. Dua hal yang menjadi sorotan adalah ketepatan waktu berangkat dan distribusi tiket.
Humas DAOP 1 Jakarta Bambang S. Prayitno mengatakan, keterlambatan waktu berangkat kereta sudah mulai menurun dibanding tahun sebelumnya.
"Keterlambatan masih terjadi tapi di bawah satu jam. Masih toleran, di angkutan Lebaran ada penambahan, pasti terjadi keterlambatan," kata Bambang, di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Senin (20/7/2015).
Terkait pemesanan tiket secara online tahun ini, server PT KAI tidak mengalami gangguan berarti. Bambang mengklaim masyarakat bisa mengakses dengan cukup cepat.
"Ketika dalam jumlah ribuan orang mengakses server kita, ada sedikit masalah. Tapi, dibanding tahun lalu server tidak sempat down, hanya menunggu saja," paparnya.
Kendati demikian, masih ada beberapa penumpang yang mengeluh kehabisan tiket setelah memesan secara online. Khodijah contohnya, ibu 55 tahun itu mengaku kehabisan tiket. Padahal ia sudah memesan tiket sejak H-60 lebaran. Agar bisa Lebaran di kampung halaman, ia terpaksa membeli tiket jurusan Surabaya ke agen wisata, bukan situs KAI.
Bambang menanggapi santai keluhan tersebut. Menurutnya, hal yang dialami Khodijah sudah wajar saat musim liburan. "Semua sudah paham, kalau untuk Lebaran harus berburu (tiket) dari H-90," pungkasnya.
medcom.id, Jakarta: PT KAI mengevaluasi perjalanan kereta selama arus mudik dan arus balik Lebaran 2015. Dua hal yang menjadi sorotan adalah ketepatan waktu berangkat dan distribusi tiket.
Humas DAOP 1 Jakarta Bambang S. Prayitno mengatakan, keterlambatan waktu berangkat kereta sudah mulai menurun dibanding tahun sebelumnya.
"Keterlambatan masih terjadi tapi di bawah satu jam. Masih toleran, di angkutan Lebaran ada penambahan, pasti terjadi keterlambatan," kata Bambang, di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Senin (20/7/2015).
Terkait pemesanan tiket secara online tahun ini, server PT KAI tidak mengalami gangguan berarti. Bambang mengklaim masyarakat bisa mengakses dengan cukup cepat.
"Ketika dalam jumlah ribuan orang mengakses server kita, ada sedikit masalah. Tapi, dibanding tahun lalu server tidak sempat down, hanya menunggu saja," paparnya.
Kendati demikian, masih ada beberapa penumpang yang mengeluh kehabisan tiket setelah memesan secara online. Khodijah contohnya, ibu 55 tahun itu mengaku kehabisan tiket. Padahal ia sudah memesan tiket sejak H-60 lebaran. Agar bisa Lebaran di kampung halaman, ia terpaksa membeli tiket jurusan Surabaya ke agen wisata, bukan situs KAI.
Bambang menanggapi santai keluhan tersebut. Menurutnya, hal yang dialami Khodijah sudah wajar saat musim liburan. "Semua sudah paham, kalau untuk Lebaran harus berburu (tiket) dari H-90," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FZN)