Mobil travel gelap disita polisi, Kamis, 21 Mei 2020. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana
Mobil travel gelap disita polisi, Kamis, 21 Mei 2020. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana

95 Sopir Travel Gelap Ditangkap

Ramadan mudik lebaran Virus Korona
Siti Yona Hukmana • 21 Mei 2020 20:55
Jakarta: Polisi menangkap 95 pengemudi travel gelap yang membawa penumpang mudik Lebaran 2020. Mereka terjaring dalam operasi khusus penertiban kendaraan bermotor, Rabu, 20 Mei 2020.
 
"Terdiri dari bus sejumlah 2 unit, minibus 40 unit, dan mobil pribadi 53 unit," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar (Kombes) Sambodo Purnomo Yogo di Jakarta, Kamis, 21 Mei 2020.
 
Menurut dia, puluhan travel gelap itu hendak mengantarkan pemudik ke berbagai daerah di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Sebanyak 719 orang berhasil dicegah untuk mudik di tengah pandemi virus korona (covid-19).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Razia terhadap travel gelap itu, kata Sambodo, dilaksanakan dengan hunting systemuntuk mengantisipasi lonjakan arus mudik sebelum Idulfitri 1441 Hijriah. Kegiatan itu akan terus dilaksanakan hingga pemerintah mencabut larangan mudik.
 
"Keseluruhan kendaraan kami amankan dari jalan tol, arteri dan berbagai jalan tikus yang sudah kami mapping," kata Sambodo.
 
Travel gelap itu menawarkan jasa pengantaran mudik dengan harga di atas normal. Biaya ke Brebes dan Cilacap yang semula Rp150 ribu dapat mencapai Rp500 ribu.
 
"Modus operandinya mereka ada yang menawarkan melalui media sosial dan ada yang dari mulut ke mulut," imbuh Sambodo.
 
Puluhan pengemudi travel diberikan tilang dan penyitaan surat tanda nomor kendaraan (STNK). Mereka diperbolehkan pulang tanpa membawa kendaraan.
 
"Penumpang dikembalikan ke Terminal Pulo Gebang dengan cara diangkut dengan bus yang disiapkan oleh Ditjen Hubdar (Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan)," ujar Sambodo.
 
95 Sopir Travel Gelap Ditangkap
 
Baca:56 Ribu Kendaraan Ditindak karena Nekat Mudik
 
Para pengemudi dikenakan Pasal 308 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Pasal itu menyebutkan pengemudi kendaraan umum yang tidak memiliki izin menyelenggarakan orang tidak dalam trayek atau dalam trayek dipidana kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp500 ribu.
 
Dengan 95 kendaraan ini, total travel gelap yang disita mencapai 377 dari 24 April hingga 20 Mei 2020. Sebanyak 2.225 penumpang travel ilegal berhasil dicegah mudik.
 
Informasi lengkap tentang perkembangan penanganan pandemi covid-19 bisa langsung diakses di sini.
 

(OGI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif