medcom.id, Jakarta: Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI Jakarta mulai melakukan pengecekan ratusan bus yang akan mengangkut pemudik pulang kampung. Pengecekan tersebut sesuai arahan Menteri Perhubungan yang menetapkan target zero accident.
"Pengecekan kita lakukan di Pulo Gadung, Kalideres, Kampung Rambutan, dan Rawamangun. Sudah 867 bus (kita cek)," kata Kepala Dishubtrans DKI Jakarta Andri Yansyah Andri di Gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (16/6/2016).
Pegecekan kendaraan mudik akan dilakukan hingga 24 Juni. "Target pak Gubernur semua bus dicek dan bukan hanya sampel (contohnya) bus saja. Kita periksa dari jauh-jauh hari, supaya enggak mepet," terang Adri.
Dishubtrans DKI mengaku telah melakukan komunikasi intens kepada Perusahaan Otobus (PO) yang bakal mengerahkan modanya untuk perjalanan mudik. Menurut perhitungan, ada 9.374 kendaraan akan digunakan untuk mudik.
"Dari jauh-jauh hari, saya sampaikan ke pemilik PO supaya enggak mengoperasikan kendaraan yang tidak layak. Kendaraan yang tak sesuai standar, akan ditindak di tempat pada 24 Juni nanti. Kalau sekarang belum ditindak," ujar Andri.
medcom.id, Jakarta: Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI Jakarta mulai melakukan pengecekan ratusan bus yang akan mengangkut pemudik pulang kampung. Pengecekan tersebut sesuai arahan Menteri Perhubungan yang menetapkan target
zero accident.
"Pengecekan kita lakukan di Pulo Gadung, Kalideres, Kampung Rambutan, dan Rawamangun. Sudah 867 bus (kita cek)," kata Kepala Dishubtrans DKI Jakarta Andri Yansyah Andri di Gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (16/6/2016).
Pegecekan kendaraan mudik akan dilakukan hingga 24 Juni. "Target pak Gubernur semua bus dicek dan bukan hanya sampel (contohnya) bus saja. Kita periksa dari jauh-jauh hari, supaya enggak mepet," terang Adri.
Dishubtrans DKI mengaku telah melakukan komunikasi intens kepada Perusahaan Otobus (PO) yang bakal mengerahkan modanya untuk perjalanan mudik. Menurut perhitungan, ada 9.374 kendaraan akan digunakan untuk mudik.
"Dari jauh-jauh hari, saya sampaikan ke pemilik PO supaya enggak mengoperasikan kendaraan yang tidak layak. Kendaraan yang tak sesuai standar, akan ditindak di tempat pada 24 Juni nanti. Kalau sekarang belum ditindak," ujar Andri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(NIN)