4,6 Juta Kendaraan Masuk Kabupaten Sleman
Suasana simpang empat Gejayan Depok, Sleman, Yogyakarta, Rabu siang, 13 Juni 2018. Istimewa/Dinas Perhubungan DI Yogyakarta
Sleman:Sekitar 4,6 juta kendaraan masuk di wilayah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, selama musim mudik Idulfitri 2018. Jumlah ini diperkirakan lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman Mardiyana menyebut jumlah kendaraan yang masuk wilayah Sleman mengalami kenaikan tiga persen tahun ini. Pada 2017, kendaraan yang masuk wilayah Sleman sebanyak 4,2 juta.


Kenaikan kendaraan roda dua yang masuk tahun ini naik dua persen, dari 2,6 juta menjadi 2,7 juta. "Untuk kendaraan roda empat, naik empat persen, dari 1,5 juta menjadi 1,6 juta unit," kata Mardiyana pada Rabu, 13 Juni 2018.

Peningkatan masuknya jumlah kendaraan ini tak lepas dari wilayah Sleman yang memiliki banyak akses jalur provinsi dan jalan nasional. Banyak pemudik dari luar kota lebih banyak memilih melintasi Kabupaten Sleman.

"Pemudik dari Jawa Tengah, semisal Solo, Magelang, Purworejo ini lewat Sleman semua. Sleman ini jadi pintu gerbang wisatawan dan juga pemudik," ujarnya.

Menurutnya, ada sebanyak 43 petugas yang dikerahkan untuk berjaga di posko lebaran dan akan mengurai kepadatan lalu lintas jika terjadi penumpukan. Ia menyebut ada sejumlah antisipasi lain selain menempatkan petugas di lapangan.

"Sejumlah rambu petunjuk jalur alternatif juga telah kami pasang. Kami juga menambah penerangan jalan untuk mengurangi potensi kecelakaan dan tindak kriminalitas," ungkapnya.

Koordinator Jaga Posko Utama Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman, Punadi, mengatakan ada sekitar 800 kendaraan melintas setiap 20 menit. Salah satu titik yang terpantau padat kendaraan yakni Simpang empat Gejayan.

"Jumlah kendaraan di simpang empat Gejayan per 20 menit sekitar 200, 400, hingga 600 unit. Hitungan ini bisa lebih dari hitungan secara visual," tuturnya.


 



(SUR)