Sejumlah kendaraan antre memasuki Gerbang Tol Cikampek Utama, Cikampek, Jawa Barat, Kamis (30/5/2019). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga.
Sejumlah kendaraan antre memasuki Gerbang Tol Cikampek Utama, Cikampek, Jawa Barat, Kamis (30/5/2019). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga.

Ratusan Ribu Kendaraan Meninggalkan Ibu Kota

Ramadan Mudik Lebaran 2019
Theofilus Ifan Sucipto • 31 Mei 2019 15:40
Jakarta: Sebanyak 373.158 kendaraan meninggalkan Jakarta hingga Kamis, 30 Mei 2019 atau H-6 Lebaran. Pemudik tersebar ke arah timur, barat, dan selatan.
 
"Angka ini naik 38,32 persen dari lalu lintas harian rata-rata (LHR) sebesar 269.774 kendaraan," kata Coroprate Communication PT Jasa Marga Irra Susiyanti di Jakarta, Jumat, 31 Mei 3019.
 
Jumlah tersebut baru 28,8 persen dari total prediksi Jasa Marga untuk lalu lintas mudik menuju ketiga arah. Sehingga, kata Irra, masih ada sekitar 920 ribu kendaraan yang belum keluar mudik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Distribusi lalu lintas di ketiga arahnya, yaitu 51 persen ke arah timur, 31 persen ke arah barat, dan 18 persen ke arah selatan.
 
Irra merinci jumlah kendaraan yang tersebar ke tiga titik. Ada 191.173 kendaraan yang pergi ke arah timur. Jumlah itu naik 82,9 persen dari LHR sebanyak 104.544 kendaraan.
 
Selain itu, sebanyak 116.323 kendaraan bergerak ke arah barat, atau naik 7,07 persen dari LHR 108.642 kendaraan. Kemudian, 65.662 kendaraan melintas ke arah selatan, atau naik 16,04 persen dari LHR 56.588 kendaraan.
 
Sebelumnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprediksi puncak arus mudik terjadi sore nanti. Pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi.
 
"Diprediksi puncaknya antara jam 16.00-20.00 WIB," kata Ketua Harian Posko Nasional Angkutan Lebaran Terpadu Arif Toha Tjahjagama di Gedung Kemenhub, Jakarta Pusat.
 
Arif menyebut pemerintah telah menyiapkan strategi mengurai kepadatan dengan contra flow dan one way. Sistem itu, kata dia, sudah diterapkan sejak pagi.
 
"Sejak jam 07.20 WIB tadi ada perubahan kilometer contra flow," ujar dia.
 
Dia mengatakan perubahan itu terjadi di Tol Cikampek kilometer 34,1 sampai kilometer 61. Sedangkan rencana awal, contra flow dimulai pada kilometer 69.
 
Sistem satu arah, penerapannya dimajukan di kilometer 69 Tol Cikampek hingga kilometer 263 Tol Brebes Barat. Berdasarkan rencana awal, satu arah dimulai setelah kilometer 70.
 

(AZF)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif