Jalur Pansela Bisa Jadi Alternatif Pemudik
Jalur Pantai Selatan. Antara/Hafidz Mubarak A
Malang: Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono memastikan kondisi Jalur Pantai Selatan (Pansela) sudah jauh lebih baik. Jalur tersebut diharapkan bisa menjadi alternatif bagi para pemudik tahun ini.

"Jalur Pansela ini kondisinya bagus sekali. Saya promosikan jalur ini agar orang tidak terpaku dengan jalur Pantura (Pantai Utara)," kata Basuki usai Rapimnas Persatuan Insinyur Indonesia (PII) di Gedung Widyaloka, Universitas Brawijaya, Jumat, 1 Juni 2018.


Jalur Pansela memiliki panjang 1.405 kilometer dan tersedia destinasi wisata. Pemudik yang melintas di jalur ini dapat menikmati pemandangan hamparan sawah, pegunungan, dan pantai sekaligus menjadi spot foto yang bagus.

"Lewat jalan Pansela saat ini itu sudah bagus. Tak hanya destinasi wisatanya saja yang bagus, kulinernya juga sangat baik," ujarnya.

Ada sekitar 36 obyek wisata pantai di sepanjang jalur Pansela Jawa Tengah dan Yogyakarta. Antara lain, Pantai Congot, Pantai Pandansimo, Pantai Glagah, Pantai Parangtritis, dan Pantai Soge.

Jalur tersebut juga membentang menyusuri garis tepi Pantai Selatan wilayah Provinsi Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, hingga Jawa Timur.

Saat ini, progres pembangunan jalan tersebut sedang dikebut. Pembangunan Jalur Pansela dilakukan secara bertahap dan ditargetkan bisa tersambung seluruhnya pada akhir 2019.

Sementara itu, terdapat dua titik yang dinilai menghambat tersambungnya jalan tol Trans Jawa dari Jakarta hingga Surabaya saat mudik lebaran tahun 2018. Kondisi ini diprediksi jadi titik macet saat musim mudik. 

Dua titik dimaksud yakni lokasi pembangunan Jembatan Kali Kuto sepanjang 160 meter yang berada di ruas tol Batang-Semarang, dan Jembatan Kenteng sepanjang 496 meter di ruas tol Semarang-Solo.

"Jembatan Kali Kuto baru akan selesai H-2 lebaran. Sebelum itu pengendara bisa keluar di jalan nasional dan berjalan sekitar 500 meter lalu kemudian masuk lagi di Krapyak, Semarang dan akan bergabung lagi di tol Semarang-Solo," beber Basuki.

Sementara, Basuki juga memastikan pembangunan Jembatan Kenteng tidak bisa selesai sebelum mudik Lebaran. Makanya, pemerintah telah membangun jalan alternatif di bawah pembangunan jembatan yang bisa dilalui pemudik.

"Jadi orang tidak perlu keluar jalan tol lagi. Masih bisa di jalan tol dan tembus ke Solo dan Surabaya. Jalan tol ini 760 kilometer sudah tersambung. Hanya dua titik ini yang perlu diwaspadai. Tapi semunya ini akan operasional akhir 2018 nanti, mulai Jakarta hingga Surabaya," ungkapnya.

Demi menyukseskan dan mempermudah jalur mudik 2018, pemerintah terus mempercepat pengerjaan jalan tol dari Jakarta ke Surabaya. Selama ini, jalur tol tersebut belum terhubung sehingga tidak efektif bagi pemudik. 

Jika proyek ini rampung seutuhnya, masyarakat yang ingin ke Surabaya dari Jakarta maupun sebaliknya bisa lebih mudah. Waktu tempuh juga diprediksi akan lebih singkat.



(AGA)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id