Tangerang: Aturan ganjil genap untuk kendaraan roda empat di Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten, diberlakukan mulai Kamis, 30 Mei 2019, pukul 20.00 WIB - 08.00 WIB. Peraturan itu untuk menghindari penumpukan kendaraan saat malam hari.
"Kemarin sudah dikeluarkan (aturannya), prinsipnya para pemudik tetap bisa jalan dengan pelat nomornya kapan saja, asal berangkatnya pada siang hari atau pukul 08.00 sampai 20.00 WIB," ujar Dirut PT ASDP Indonesia Ferry Ira Puspadewi, di Pelabuhan Merak, Banten, Senin 27 Mei 2019.
Dia mengatakan, pemudik di Pelabuhan Merak diprediksi meningkat signifikan lantaran mahalnya tiket pesawat. Sehingga, pemudik dari Pulau Jawa ke Pulau Sumatera beralih menggunakan transportasi darat dan laut.
"Kami ingin masyarakat bisa mudik cukup baik, siang juga menjadi lebih tinggi dibanding malam hari, sehingga (jumlah pemudik) menjadi imbang," jelasnya.
Ira mengungkap, pihaknya bersama Kementerian Perhubungan berencana memberikan tarif berbeda untuk mengurangi beban pelabuhan saat malam hari. Rencananya, pemudik saat siang hari akan mendapat diskon 10 persen. Sedangkan pemudik malam hari, harga tiket lebih mahal 10 persen.
"Soal diferensiasi harga, sedang dibahas antara berbagai stakeholder. Saya perkirakan dua harian sudah difinalkan. Nanti ada sebuah keputusan oleh Kemenhub," tandas Ira.
Tangerang: Aturan ganjil genap untuk kendaraan roda empat di Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten, diberlakukan mulai Kamis, 30 Mei 2019, pukul 20.00 WIB - 08.00 WIB. Peraturan itu untuk menghindari penumpukan kendaraan saat malam hari.
"Kemarin sudah dikeluarkan (aturannya), prinsipnya para pemudik tetap bisa jalan dengan pelat nomornya kapan saja, asal berangkatnya pada siang hari atau pukul 08.00 sampai 20.00 WIB," ujar Dirut PT ASDP Indonesia Ferry Ira Puspadewi, di Pelabuhan Merak, Banten, Senin 27 Mei 2019.
Dia mengatakan, pemudik di Pelabuhan Merak diprediksi meningkat signifikan lantaran mahalnya tiket pesawat. Sehingga, pemudik dari Pulau Jawa ke Pulau Sumatera beralih menggunakan transportasi darat dan laut.
"Kami ingin masyarakat bisa mudik cukup baik, siang juga menjadi lebih tinggi dibanding malam hari, sehingga (jumlah pemudik) menjadi imbang," jelasnya.
Ira mengungkap, pihaknya bersama Kementerian Perhubungan berencana memberikan tarif berbeda untuk mengurangi beban pelabuhan saat malam hari. Rencananya, pemudik saat siang hari akan mendapat diskon 10 persen. Sedangkan pemudik malam hari, harga tiket lebih mahal 10 persen.
"Soal diferensiasi harga, sedang dibahas antara berbagai stakeholder. Saya perkirakan dua harian sudah difinalkan. Nanti ada sebuah keputusan oleh Kemenhub," tandas Ira.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(LDS)