Tangerang: Tarif pesawat menjelang Lebaran kian mahal ramai diperbincangkan di media sosial. Namun, meroketnya harga tiket tersebut diyakini tidak memengaruhi jumlah pergerakan penumpang dan pesawat pada arus mudik dan balik nanti.
Executive General Manager Kantor Cabang Utama Bandara Soekarno-Hatta, Dwi Ananda Wicaksana, mengatakan, gejolak ramainya harga tiket pesawat tersebut dipastikan akan tetap tinggi tingkat keterisian pesawat saat arus mudik Lebaran.
"Kalau melihat penerbangan domestik sekarang, mau setinggi apa pun kenaikan harga tiket, saya yakin okupansi pesawatnya masih tetap akan tinggi. Jadi tidak berdampak. Misalnya, pergerakan penumpangnya malah jadi low atau turun, itu tidak terjadi," ujarnya, di Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Kamis, 21 Maret 2024.
Dwi menuturkan, salah satu penyebab meroketnya harga tiket naik, yakni kurangnya ketersediaan pesawat itu sendiri. Pasalnya, kata Dwi, saat ini permintaan atau demand sedang tinggi.
"Tapi jumlah pesawatnya yang malah belum bisa memenuhi 100 persen permintaan masyarakat," katanya.
Dwi menjelaskan, pihaknya pun tidak ikut campur dengan penentuan harga tiket pesawat yang dijual ke masyarakat, lantaran regulasinya telah diatur oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dengan menetapkan tarif ambang batas atas.
Namun, lanjutnya, apabila pihak pengelola bandara mengetahui ataupun mendapati adanya maskapai penerbangan yang menjual tiket melampaui harga batas tertinggi, hal tersebut dapat dilaporkan kepada pemerintah.
"Seharusnya masyarakat sudah paham, karena ketika permintaannya lagi tinggi, harganya juga akan seperti itu. Yang diminta kepada pihak bandara untuk ikut memonitor adalah ketika terjadi pelanggaran terhadap harga yang melebihi batas atas, baru kami akan laporkan kepada kementerian dan tentunya akan dilakukan sanksi-sanksi dan peringatan terhadap maskapai terkait," ungkapnya.
Mahalnya tarif pesawat menjelang arus mudik Lebaran dikeluhkan salah seorang netizen di aplikasi X atau Twitter, dengan mengunggah harga tiket pesawat dari Jakarta menuju Padang pada Sabtu, 6 Maret 2024, tembus Rp5.394.300 apabila melalui Bandara Halim Perdana Kusuma. Sementara, jika berangkat melalui Bandara Soekarno-Hatta dengan rute serupa, harga tiket pesawat yang dijual mencapai Rp4.767.600.
Tangerang: Tarif pesawat menjelang Lebaran kian mahal ramai diperbincangkan di media sosial. Namun, meroketnya harga tiket tersebut diyakini tidak memengaruhi jumlah pergerakan penumpang dan pesawat pada
arus mudik dan balik nanti.
Executive General Manager Kantor Cabang Utama Bandara Soekarno-Hatta, Dwi Ananda Wicaksana, mengatakan, gejolak ramainya harga tiket pesawat tersebut dipastikan akan tetap tinggi tingkat keterisian pesawat saat arus mudik Lebaran.
"Kalau melihat penerbangan domestik sekarang, mau setinggi apa pun kenaikan harga tiket, saya yakin okupansi pesawatnya masih tetap akan tinggi. Jadi tidak berdampak. Misalnya, pergerakan penumpangnya malah jadi
low atau turun, itu tidak terjadi," ujarnya, di Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Kamis, 21 Maret 2024.
Dwi menuturkan, salah satu penyebab meroketnya harga tiket naik, yakni kurangnya ketersediaan pesawat itu sendiri. Pasalnya, kata Dwi, saat ini permintaan atau demand sedang tinggi.
"Tapi jumlah pesawatnya yang malah belum bisa memenuhi 100 persen permintaan masyarakat," katanya.
Dwi menjelaskan, pihaknya pun tidak ikut campur dengan penentuan harga tiket pesawat yang dijual ke masyarakat, lantaran regulasinya telah diatur oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dengan menetapkan tarif ambang batas atas.
Namun, lanjutnya, apabila pihak pengelola bandara mengetahui ataupun mendapati adanya maskapai penerbangan yang menjual tiket melampaui harga batas tertinggi, hal tersebut dapat dilaporkan kepada pemerintah.
"Seharusnya masyarakat sudah paham, karena ketika permintaannya lagi tinggi, harganya juga akan seperti itu. Yang diminta kepada pihak bandara untuk ikut memonitor adalah ketika terjadi pelanggaran terhadap harga yang
melebihi batas atas, baru kami akan laporkan kepada kementerian dan tentunya akan dilakukan sanksi-sanksi dan peringatan terhadap maskapai terkait," ungkapnya.
Mahalnya tarif pesawat menjelang arus mudik Lebaran dikeluhkan salah seorang netizen di aplikasi X atau Twitter, dengan mengunggah harga tiket pesawat dari Jakarta menuju Padang pada Sabtu, 6 Maret 2024, tembus Rp5.394.300 apabila melalui Bandara Halim Perdana Kusuma. Sementara, jika berangkat melalui Bandara Soekarno-Hatta dengan rute serupa, harga tiket pesawat yang dijual mencapai Rp4.767.600.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MEL)