Jakarta: Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono memprediksi puluhan juta orang akan mudik Lebaran 2022. Sebanyak 14 juta orang disebut bakal meninggalkan Jabodetabek.
"Lebih kurang 85 juta orang akan melaksanakan mudik dan 14 juta di antaranya dari Jabodetabek," ujar Gatot di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis, 14 April 2022.
Gatot menyebut sebanyak 144.392 personel akan dikerahkan untuk mendukung pelaksanaan tradisi tahunan itu. Sejumlah pos pemantau akan didirikan, yang juga dilengkapi fasilitas vaksinasi.
"Masyarakat bisa vaksin di tempat pos-pos itu, nah pos-pos ini akan ditempatkan di tempat-tempat keramaian wisata kemudian juga tempat-tempat ibadah, rest area, kemudian tempat-tempat kerawanan lainnya," jelas dia.
Baca: Polri Dirikan Pos untuk Urai Kemacetan dan Akselerasi Vaksin Pemudik
Selain itu, untuk mengantisipasi terjadinya kemacetan, Polri akan menerapkan rekayasa lalu lintas. Yaitu, melalui sistem one way dan ganjil genap (gage).
Namun, rekayasa tersebut bersifat situsional, tergantung kondisi lalu lintas. Selain itu, akan dilakukan buka tutup rest area sesuai dengan kebutuhan yang ada.
Jakarta: Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono memprediksi puluhan juta orang akan
mudik Lebaran 2022. Sebanyak 14 juta orang disebut bakal meninggalkan Jabodetabek.
"Lebih kurang 85 juta orang akan melaksanakan mudik dan 14 juta di antaranya dari Jabodetabek," ujar Gatot di Mabes
Polri, Jakarta Selatan, Kamis, 14 April 2022.
Gatot menyebut sebanyak 144.392 personel akan dikerahkan untuk mendukung pelaksanaan tradisi tahunan itu. Sejumlah pos pemantau akan didirikan, yang juga dilengkapi fasilitas vaksinasi.
"Masyarakat bisa vaksin di tempat pos-pos itu, nah pos-pos ini akan ditempatkan di tempat-tempat keramaian wisata kemudian juga tempat-tempat ibadah, rest area, kemudian tempat-tempat kerawanan lainnya," jelas dia.
Baca:
Polri Dirikan Pos untuk Urai Kemacetan dan Akselerasi Vaksin Pemudik
Selain itu, untuk mengantisipasi terjadinya kemacetan, Polri akan menerapkan rekayasa lalu lintas. Yaitu, melalui sistem
one way dan ganjil genap (gage).
Namun, rekayasa tersebut bersifat situsional, tergantung kondisi lalu lintas. Selain itu, akan dilakukan buka tutup
rest area sesuai dengan kebutuhan yang ada.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(LDS)