Ribuan kendaraan terjebak kemacetan sekitar 39 kilometer di arah pintu keluar Tol Pejagan, Jawa Tengah, Senin (4/7). MI/Arya Manggala.
Ribuan kendaraan terjebak kemacetan sekitar 39 kilometer di arah pintu keluar Tol Pejagan, Jawa Tengah, Senin (4/7). MI/Arya Manggala.

Korban Jiwa Jatuh saat Mudik, Menkopolhukam dan Mendagri Minta Maaf

Ramadan mudik lebaran 2015
Arga sumantri • 11 Juli 2016 01:43
medcom.id, Jakarta: Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan meminta maaf terkait tewasnya sejumlah pemudik saat kemacetan parah pada arus mudik. Permohonan maaf Luhut disampaikan dan dipublikasi lewat akun Twiter Kemenko Polhukam @PolhukamRI, Minggu (10/7/2016).
 
"Menko Polhukam Luhut Pandjaitan minta maaf kepada masyarakat atas jatuhnya korban jiwa selama tanggal 3-5 Juli lalu," cuit akun @PolhukamRI, Minggu (10/7/2016).
 
Bukan hanya Luhut, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo juga meminta maaf atas insiden tewasnya para pemudik. Tjahjo mempublikasikan permohonan maaf lewat akun Twitter miliknya @tjahjo_kumolo.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain meminta maaf, Tjahjo juga mengungkapkan kalau pemerintah telah berusaha secara maksimal buat memberikan kenyamanan bagi para pemudik. Salah satunya lewat pembangunan jalan tol dan perbaikan-perbaikan jalan.
 
"Adanya musibah dan masih adanya kekurang nyamanan dalam perjalanan, menjadi evaluasi kami pemerintah khususnya Kemendagri," kicau Tjahjo.
 
Tjahjo tak mau menyalahkan sejumlah pihak. Menurut dia, Pemeritah Daerah sudah melakukan koordinasi maksimal dengan instansi terkait. Dia juga mengklaim Kepala Daerah telah bekerja keras mengerahkan aparat daerahnya buat mengawal arus mudik.
 
"Kepolisian, Kementrian PU, dan Kemen Perhubungan juga sudah kerja keras, Demikian." pungkas Tjahjo.
 
Kementerian Kesehatan membenarkan adanya 12 orang meninggal dunia saat arus mudik Lebaran 2016. Namun, peristiwa itu bukan hanya terjadi di Brebes, tetapi di berbagai lokasi dalam kurun waktu tiga hari.
 
Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes Oscar Primadi mengatakan, peristiwa yang terjadi pada 3 hingga 5 Juli 2016 ini disebabkan oleh berbagai faktor risiko.
 
"Bukan akibat macet dalam satu hari dan satu tempat yang sama," ujar Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes Oscar Primadi dalam keterangan tertulisnya.
 
Menteri Perhubungan Ignasius Jonan justru meragukan para pemudik meninggal akibat macet. Menurut dia, tak mungkin 12 orang itu meninggal karena kemacetan.
 
"Orang meninggal bisa dengan cara macam-macam, kalau ada yang mengutip ada yang meninggal karena macet kok saya baru tahu ini seumur hidup saya," kata Jonan di Istana Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu 6 Juli.
 
Jonan menilai, 12 pemudik yang meninggal itu memiliki penyakit sebelumnya. Mantan Direktur Utama PT KAI itu ragu 12 pemudik meninggal karena dehidrasi setelah terjebak macet 12 jam lebih.
 
"Kalau puasa berapa jam? Lebih saya kira 12 jam, buktinya enggak apa-apa juga," kata Jonan.

 

(DRI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif