Puncak Arus Balik Kedua Diprediksi Sabtu
Ilustrasi mudik/Medcom.id
Jakarta:Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprediksi puncak arus balik gelombang kedua terjadi pada H+7 atau Sabtu, 23 Juni 2018 dan H+8 atau Minggu, 24 Juni. Jumlah pemudik yang kembali di hari itu diyakini tak sepadat puncak arus balik gelombang pertama, Rabu, 20 Juni 2018.

Karena swasta memberlakukan libur sampai Jumat sehingga kita prediksi di Sabtu-Minggu akan banyak, tapi tidak sebanyak kemarin," kata Ketua Posko Harian Angkutan Lebaran 2018 Wahju Aji di Gedung Kemenhub, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis, 21 Juni 2018.


Hingga pukul 12.35 WIB, sebanyak 45,15 persen pemudik memadati arus balik seluruh moda transportasi. Angkutan jalan sebanyak 38,7%, angkutan penyeberangan 46,35%, angkutan kereta api 52,75%, angkutan laut 32,11%, dan angkutan udara 46,90%

"Kalau kita lihat yang belum balik masih banyak juga, masih ada 54,85% yang belum kembali. Ini karena anak-anak sekolah masih libur sehingga masih menunggu anak-anak sekolah selesai liburan," beber dia.

Wahju tak bisa memprediksi moda transportasi yang akan melonjak signifikan pada puncak arus balik gelombang kedua. Seluruh moda transportasi mengalami peningkatan.

Dari H-8 hingga H+5, angkutan jalan mengalami kenaikan sebesar 4 persen bila dibanding periode yang sama tahun lalu. Pun demikian pada angkutan penyeberangan yang naik 9%, angkutan kereta api naik 5%, angkutan laut naik 3%, serta angkutan udara yang meningkat 3%.

"Sebanyak 54 persenan pemudik yang belum balik ini tidak otomatis terkonsentrasi pada (angkutan) darat saja, tapi terbagi dalam semua moda yang ada," ungkap Wahju.

Sebelumnya, arus balik diprediksi melonjak pada H+4 hingga H+6 Lebaran. Puncaknya, terjadi pada H+4 lantaran Pegawai Negeri Sipil (PNS) mulai aktif bekerja pada Kamis, 21 Juni 2016.

"Arus balik ini kan puncaknya kemarin karena melihat pada Kamis ini PNS sudah harus masuk. Tapi yang mudik kan enggak cuma PNS, ada swasta, masih ada anak (sekolah) yang libur sampai 16 Juli. Jadi masih ada jangka waktu yang cukup panjang sehingga (arus balik) tidak di satu waktu," ucap Wahju.



(OJE)