Perusahaan Otobus Belum Beralih ke E-Ticketing
Petugas melihat layar yang menampilkan jadwal keberangkatan bus di Anjungan Tiket Mandiri Terminal Pulo Gebang,. Foto: Antara/Dhemas Reviyanto
Jakarta:Kepala Unit Pengelolaan Teknis (UOT) Terminal Pulo Gebang Ismanto menyebutkan masih banyak operator bus atau Perusahaan Otobus di terminal Pulo Gebang yang enggan menggunakan sistem tiket elektronik atau e-ticketing.

Dari 120 PO, hingga Juni baru 28 PO yang sudah beralih ke sistem pembayaran digital. "Posisi terakhir 28 PO," ujar Ismanto di Jakarta seperti dikutip Antara, Jumat 8 Juni 2018.


Ismanto menjelasakan, PO yang belum mau bergabung menggunakan sistem e-ticketing merasa kenyamanannya terusik dengan teknologi baru tersebut. PO tersebut terbiasa berjualan tiket secara fisik namun kini didesak untuk mengubah kultur kerjanya ke arah teknologi.

Di Terminal Terpadu Pulo Gebang terdapat dua vending machine untuk memproses tiket elektronik. Pihak terminal, kata Ismanto terus melakukan sosialisasi supaya PO konvensional bisa beralih ke sistem pembayaran digital.

Baca: Ketua DPR Menyoroti Jaringan Komunikasi saat Lebaran

"Kami terus berupaya antara lain dengan bantuan petugas sosialisasi e-ticketing," ujar Ismanto.

Penerapan sistem tiket elektronik diyakini dapat memberikan alternati dan kenyamanan pada masyarakat yang selama ini terganggu dengan adanya calo tiket.

"Ini untuk menekan ketidaknyamanan seperti banyaknya calo tiket. Calo tidak bisa serta merta dihilangkan tanpa ada program lain," tutup Ismanto.



(DMR)