medcom.id, Jombang: Diaktifkannya jalur ringroad Mojoagung Jombang, Jawa Timur, menjadi berkah bagi warga Desa Dukuhdimoro Mojoagung. Mereka beramai-ramai menjadi tukang ojek dadakan. Hal ini dikarenakan banyaknya penumpang yang tidak turun di Terminal Mojoagung.
Pantauan Metrotvnews.com, armada bus antarkota antarprovinsi (AKAP) maupun armada bus antarkota dalam provinsi (AKDP) lebih memilih menurunkan penumpangnya di jalur pintu keluar ringroad Mojoagung yang berada di perbatasan Kabupaten Jombang-Mojokerto, tepatnya di Desa Dukuhdimoro.
Penumpang diturunkan tak pada tempatnya karena bus tidak melintasi Terminal Mojoagung. Arah bus dialihkan lantaran arus mudik balik lebaran menggunakan jalur ringroad Mojoagung.
"Lumayan, saat jalur dialihkan seperti ini banyak penumpang yang menggunakan jasa ojek untuk kembali ke terminal ataupun ke kampung halamannya di sekitar Terminal Mojoagung. Sehari bisa dapat Rp100 ribu," ujar Sonhadi, 34, Sabtu (9/7/2016).
Sonhadi mematok tarif Rp15 ribu dari ringroad ke Terminal Mojoagung. Jarak yang ditempuh sekitar tiga kilometer. "Sebagai ganti bensin saja, yang penting tak rugi," ujarnya.
Nur Said, 45, warga Desa Dukuhdimoro, selalu nongkrong dari pagi hinggal malam di jalur ini setiap momen mudik. "Yang penting dapur tetep ngebul. Apalagi momentum lebaran seperti ini susah cari pekerjaan," kata lelaki yang mengaku bekerja serabutan ini.
medcom.id, Jombang: Diaktifkannya jalur ringroad Mojoagung Jombang, Jawa Timur, menjadi berkah bagi warga Desa Dukuhdimoro Mojoagung. Mereka beramai-ramai menjadi tukang ojek dadakan. Hal ini dikarenakan banyaknya penumpang yang tidak turun di Terminal Mojoagung.
Pantauan
Metrotvnews.com, armada bus antarkota antarprovinsi (AKAP) maupun armada bus antarkota dalam provinsi (AKDP) lebih memilih menurunkan penumpangnya di jalur pintu keluar ringroad Mojoagung yang berada di perbatasan Kabupaten Jombang-Mojokerto, tepatnya di Desa Dukuhdimoro.
Penumpang diturunkan tak pada tempatnya karena bus tidak melintasi Terminal Mojoagung. Arah bus dialihkan lantaran arus mudik balik lebaran menggunakan jalur ringroad Mojoagung.
"Lumayan, saat jalur dialihkan seperti ini banyak penumpang yang menggunakan jasa ojek untuk kembali ke terminal ataupun ke kampung halamannya di sekitar Terminal Mojoagung. Sehari bisa dapat Rp100 ribu," ujar Sonhadi, 34, Sabtu (9/7/2016).
Sonhadi mematok tarif Rp15 ribu dari ringroad ke Terminal Mojoagung. Jarak yang ditempuh sekitar tiga kilometer. "Sebagai ganti bensin saja, yang penting tak rugi," ujarnya.
Nur Said, 45, warga Desa Dukuhdimoro, selalu nongkrong dari pagi hinggal malam di jalur ini setiap momen mudik. "Yang penting dapur tetep ngebul. Apalagi momentum lebaran seperti ini susah cari pekerjaan," kata lelaki yang mengaku bekerja serabutan ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UWA)