medcom.id, Palembang: Percepatan perbaikan jaringan jalan dan jembatan di Jalur Lintas Sumatra III memsuki tahap akhir. Walau belum bisa tuntas sepenuhnya, namun tidak akan mengganggu kelancaran arus mudik lebaran.
Fokus pengerjaan ini ada di dua titik ruas Jl Alamsyah Ratu Prawiranegara, Palembang. Ada yang mengalami kerusakan berat dan ringan, tetapi sebagian besar sudah dilakukan pengaspalan.
"Tinggal penyempurnaan di titik jalan yang lemah," kata Kepala Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional Metropolitan Palembang, Gunawan, di Jalur Sumatera III, Palembang (18/6/2015).
Perbaikan juga berlangsung di kilometer 14 jalur batas Kota Palembang hingga Simpang Indralaya. Pekerjaan ini ditargetkan selesai H-15 lebaran. Artinya pada puncak arus mudik dan balik sudah dalam kondisi sangat baik.
Ini termasuk penggantian rambu-rambu lalu lintas di ruas Maranjat sampai Kota Kayu Agung yang rusak parah. Penggantian ini tidak bisa ditunda, sebab bisa mengakibatkan kecelakaan fatal.
"Kita koordinasikan dengan kepolisian untuk menggantinya dengan yang baru," ujar Kasatker Pelaksana Jalan Nasional Wilayah I Sumatera Selatan Heru Gunawan.
medcom.id, Palembang: Percepatan perbaikan jaringan jalan dan jembatan di Jalur Lintas Sumatra III memsuki tahap akhir. Walau belum bisa tuntas sepenuhnya, namun tidak akan mengganggu kelancaran arus mudik lebaran.
Fokus pengerjaan ini ada di dua titik ruas Jl Alamsyah Ratu Prawiranegara, Palembang. Ada yang mengalami kerusakan berat dan ringan, tetapi sebagian besar sudah dilakukan pengaspalan.
"Tinggal penyempurnaan di titik jalan yang lemah," kata Kepala Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional Metropolitan Palembang, Gunawan, di Jalur Sumatera III, Palembang (18/6/2015).
Perbaikan juga berlangsung di kilometer 14 jalur batas Kota Palembang hingga Simpang Indralaya. Pekerjaan ini ditargetkan selesai H-15 lebaran. Artinya pada puncak arus mudik dan balik sudah dalam kondisi sangat baik.
Ini termasuk penggantian rambu-rambu lalu lintas di ruas Maranjat sampai Kota Kayu Agung yang rusak parah. Penggantian ini tidak bisa ditunda, sebab bisa mengakibatkan kecelakaan fatal.
"Kita koordinasikan dengan kepolisian untuk menggantinya dengan yang baru," ujar Kasatker Pelaksana Jalan Nasional Wilayah I Sumatera Selatan Heru Gunawan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(LHE)