Penumpang Angkutan Mudik 2018 di Jatim Capai 8,07 Juta
Ilustrasi mudik. Foto: MI/Ramdani
Surabaya:Dinas Perhubungan dan Lalu Lintas Angkutan Jalan (Dishub LLAJ) Provinsi Jawa Timur memprediksi jumlah penumpang angkutan mudik Lebaran 2018 meningkat 5,8 persen menjadi 8,07 juta ketimbang tahun kemarin. Hal ini berdasarkan perhitungan dan analisis tempat penumpang mudik 2017.

"Dari hasil analisis tahun kemarin, jumlah seat(tempat duduk) yang dibutuhkan masyarakat 7,63 juta untuk angkutan darat, kereta api, penyeberangan laut, dan udara. Prediksinya, 2018 ini meningkat 5,8 persen," kata Kepala Dishub LLAJ Jatim Wahid Wahyudi, di Surabaya, Rabu, 6 Juni 2018.


Dishub telah menyiapkan bus AKDP dan AKAP sebanyak 5.900 unit untuk kebutuhan transportasi darat mudik Lebaran 2018. Sebanyak 8.610 bus tambahan yang terdiri dari bus pariwisata dan bus cadangan lainnya juga disiapkan.

Sebanyak 726 gerbong kereta api, 49 kapal laut, dan 49 kapal penyeberangan juga siap untuk kebutuhan pemudik.

"Tiga kapal penyeberangan di Ujung Kamal, 46 kapal penyeberangan di Ketapang-Gilimanuk," ujarnya.

Sementara untuk angkutan udara di Jatim, maskapai penerbangan menyiapkan 8.713 penerbangan selama arus mudik dan arus balik Lebaran. Ada 56 penerbangan domestik dan enam penerbangan internasional tambahan di Bandara Juanda. Sementara itu, tiga tambahan penerbangan di Bandara Abdul Rachman Saleh, Malang.

Dari semua moda transportasi mudik Lebaran 2018, kata Wahid, yang diprediksi mengalami lonjakan penumpang paling tinggi adalah angkutan udara.

"Prediksinya, angkutan udara ada peningkatan sekitar 10 persen. Mungkin ini menjadi parameter bahwa perekonomian kita semakin baik," kata Wahid.



(SUR)