Pengendara melintasi ruas jalan Tol Jakarta-Cikampek, di Bekasi, Jawa Barat. (ANT/Risky Andrianto)
Pengendara melintasi ruas jalan Tol Jakarta-Cikampek, di Bekasi, Jawa Barat. (ANT/Risky Andrianto)

Area dan Jam Pemberlakuan One Way Berubah

Ramadan Mudik Lebaran 2019
Antonio • 28 Mei 2019 23:10
Bekasi: Area dan jam pemberlakukan rekayasa satu arah (one way) pada mudik Lebaran 2019 mengalami perubahan. Sebelumnya kebijakan pengurai macet ini direncanakan dimulai dari Kilometer 29 Jalan Tol Jakarta – Cikampek (eks Gerbang Tol Cikarang Utama).
 
General Manager Jasa Marga Cabang Jakarta – Cikampek, Raddy R. Lukman, menyampaikan akan ada rekayasa berupa one way dan contra flow pada arus mudik dan arus balik lebaran. Pemberlakuan one way akan diberlakukan mulai dari Gerbang Tol Cikampek Utama di Km 70 sampai Gerbang Tol Brebes Barat di Km 263.
 
Sementara, dari eks GT Cikarang Utama di Km 29 akan diberlakukan contra flow sampai dengan Km 61. Contra flow tersebut juga akan diberlakukan kembali pada arus balik Lebaran dimulai dari Km 61 sampai Km 29.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Untuk arus balik, yang semula dari GT Palimanan sampai ke 29 (eks GT Cikarang Utama) menjadi dari Palimanan sampai ke km 70 juga (GT Cikampek Utama). Jadi rapat terakhir, untuk ruas Japek hampir tidak terkena one way, hanya ruas gerbang baru saja yang terkena,” kata dia di Bekasi, Senin 27 Mei 2019.
 
Selain perubahan lokasi dari rencana awal, kata dia, jam pemberlakuan one way juga berubah. “Jam pemberlakuannya yang sebelumnya dipublish dari Korlantas 24 jam, yang sekarang arus mudik dari jam delapan pagi sampai jam sembilan malam. Lalu one way baliknya, dari jam 12 siang sampai jam 12 malam,” tuturnya.
 
Walaupun terdapat perubahan lokasi dan jam, namun hari pemberlakuan one way tetap seperti rencana semula. Untuk arus balik dari tanggal Kamis 30 Mei 2019 sampai Selasa 2 Juni 2019. Dan, untuk arus balik Lebaran 2019 dimulai dari Sabtu 8 Juni 2019 sampai Senin 10 Juni 2019.
 
Ia berharap agar masyarakat dapat mengatur waktu perjalanan dengan adanya pemberlakuan one way dan contra flow secara terjadwal.
 
“Sekarang orang bisa mengatur, ‘kalau saya mau menggunakan perjalanan arah sebaliknya berarti harus menghindari arah one way’, kaya tadi jam 8 sampai jam 9 malam, berarti di atas jam 9 malam. Jadi paling tidak sumbatan-sumbatan di arteri, masyarakat yang tertahan itu akan hilang kalau orang sudah tahu,” tuturnya.
 

(BOW)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif