medcom.id, Solo: Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishubkominfo) Solo, Jawa Tengah, memiliki cara memecahkan masalah kemacetan di kota tersebut. Caranya yaitu mengoptimalkan Central Control Room untuk memantau kondisi lalu lintas di beberapa ruas jalan. Pemkot mengklaim cara itu bermanfaat di musim mudik Lebaran mendatang.
Sebuah layar besar terpampang dan terintegrasi dengan beberapa kamera pemantau CCTV di beberapa simpang Kota Solo. Layar tersebut menunjukkan kondisi arus lalu lintas di sejumlah titik. Tanpa harus terjun ke lapangan, petugas cukup memantau situasi melalui ruangan berukuran 5 x 10 Meter itu selama 24 jam.
"Kalau manusia yang disiagakan di persimpangan selama 24 jam tentu sangat tidak mungkin. Nah, melalui Central Control Room ini kita dapat mengantisipasi kemacetan yang terjadi," ungkap Yosca Herman Sudrajat selaku Kepala Dishubkominfo Kota Solo.
Bagaimana cara pengendalian arus lalu lintas? Yosca menjelaskan caranya melalui sistem manajeman lalu lintas yang diberi nama Intelligent Transport System (ITS). Pada dasarnya ITS merupakan integrasi antara teknologi informasi dengan infrastruktur transportasi.
Dengan adanya CCTV, Auto Traffic Control System (ATCS) maka Dishubkominfo Kota Solo dapat mengurai kemacetan lalu lintas dengan mudah.
"Kita bisa menintervensi supaya tidak terjadi kemacetan. Misalnya pada simpang dengan antrian panjang bisa kita buat menjadi lampu hijau atau dengan mempercepat lampu merah," jelasnya.
Selain untuk mengurai kemacetan, Central Control Room juga berfungsi untuk memantau Batik Solo Trans (BST), mengetahui kecelakaan, serta memberikan laporan potensi kemacetan lalu lintas pada masyarakat.
medcom.id, Solo: Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishubkominfo) Solo, Jawa Tengah, memiliki cara memecahkan masalah kemacetan di kota tersebut. Caranya yaitu mengoptimalkan Central Control Room untuk memantau kondisi lalu lintas di beberapa ruas jalan. Pemkot mengklaim cara itu bermanfaat di musim mudik Lebaran mendatang.
Sebuah layar besar terpampang dan terintegrasi dengan beberapa kamera pemantau CCTV di beberapa simpang Kota Solo. Layar tersebut menunjukkan kondisi arus lalu lintas di sejumlah titik. Tanpa harus terjun ke lapangan, petugas cukup memantau situasi melalui ruangan berukuran 5 x 10 Meter itu selama 24 jam.
"Kalau manusia yang disiagakan di persimpangan selama 24 jam tentu sangat tidak mungkin. Nah, melalui Central Control Room ini kita dapat mengantisipasi kemacetan yang terjadi," ungkap Yosca Herman Sudrajat selaku Kepala Dishubkominfo Kota Solo.
Bagaimana cara pengendalian arus lalu lintas? Yosca menjelaskan caranya melalui sistem manajeman lalu lintas yang diberi nama Intelligent Transport System (ITS). Pada dasarnya ITS merupakan integrasi antara teknologi informasi dengan infrastruktur transportasi.
Dengan adanya CCTV, Auto Traffic Control System (ATCS) maka Dishubkominfo Kota Solo dapat mengurai kemacetan lalu lintas dengan mudah.
"Kita bisa menintervensi supaya tidak terjadi kemacetan. Misalnya pada simpang dengan antrian panjang bisa kita buat menjadi lampu hijau atau dengan mempercepat lampu merah," jelasnya.
Selain untuk mengurai kemacetan, Central Control Room juga berfungsi untuk memantau Batik Solo Trans (BST), mengetahui kecelakaan, serta memberikan laporan potensi kemacetan lalu lintas pada masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(RRN)