Pemudik di Bandara Ahmad Yani Naik 37 Persen
Penumpang menunggu pesawat di Bandara Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah. Medcom.id/Budi Arista Romadhoni
Semarang:Pemudik pengguna pesawat mulai padati Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, pada Minggu, 10 Mei 2018.  Memasuki H-5 lebaran, penumpang yang berada di bandara kebanggaan warga Kota Semarang mencapai 17.081 orang.

Pelaksana Tugas GM PT Angkasa Pura I Indah Preastuty mengatakan, pemudik di bandara Ahmad Yani tahun ini lebih tinggi 37 persen ketimbang tahun musim mudik Idulfitri 2016.


"Kami prediksi puncak arus mudik lebaran tahun ini pada tanggal 12 dan 13 Juni ini. Dengan penumpang kami prediksi mencapai 19 ribu penumpang," katamya di Bandara Ahmad Yani Semarang, Minggu 10 Juni 2018.

Indah menjelaskan, kenaikan penumpang sudah terlihat pada H-7 lebaran dengan jumlah penumpang mencapai 14.900 orang.

"Tahun lalu, puncak arus mudik lebaran hanya mencapai 16.700. Sementara saat ini, H-5 sudah mencapai 17 ribu lebih. Sehingga prediksi kami dibanding tahun lalu, ada peningkatan penumpang sebesar 37 persen," jelasnya.

Sementara itu, Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso melakukan pengecekan di bandara Ahmad Yani. Pengecekan dilakukan untuk memastikan arus mudik dan balik lebaran berjalan lancar.

"Untuk arus mudik dan balik lebaran tahun ini, kami menyediakan 538 pesawat dengan 36 bandara di seluruh Indonesia. Kedatangan kami ke Bandara Ahmad Yani ini juga dalam rangka melakukan ramcek terhadap kesiapan bandara ini," kata Agus.

Secara nasional lanjut Agus, kenaikan penumpang menggunakan moda transportasi udara diprediksi naik 11 persen dari tahun sebelumnya. Bahkan realisasinya lanjut dia, dipastikan akan melebihi itu.

Kemudian, terkait tiket pesawat Agus memastikan akan melakukan pemantauan secara serius. Ia memastikan, tidak ada maskapai yang menjual tiket pesawat melebihi batas atas yang telah ditetapkan.

"Kami pastikan tidak ada maskapai yang berani menjual tiket melebihi batas atas yang kami tetapkan. Kalau ada, silahkan masyarakat melapor ke kami. Sanksinya tegas itu, bisa jadi sampai pencabutan rute maskapai," pungkasnya.



(SUR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id