medcom.id, Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan dan Transportasi melakukan tes urine terhadap sopir yang akan mengemudikan bus mudik. Sopir yang fisiknya lelah akan diistirahatkan.
Kepala Terminal Bus Pulogadung, Jakarta Timur, Simon Ginting, mengatakan, sopir bus yang kondisinya tidak memungkinkan akan diistirahatkan. Sebelum mereka beroperasi, pihak terminal bekerja sama dengan puskesmas setempat akan mengecek kondisi kesehatan sopir.
"Kami juga mengecek kondisi kesehatan sopir. Dari tes urine hingga yang lain. Biasanya sopir jarak jauh itu mengidap penyakit hipertensi tinggi," kata Simon kepada Metrotvnews.com di Terminal Pulogadung, Jakarta Timur, Kamis (9/7/2015).
Ia mengungkapkan, sopir yang positif menggunakan obat-obatan dilarang mengemudikan bus. Sementara sopir yang kondisi tubuhnya lelah hanya dijadikan sopir cadangan. “Kami harap semua dalam kondisi fit saat mengemudikan bus. Karena ini menyangkut keselamatan penumpang,” katanya.
medcom.id, Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan dan Transportasi melakukan tes urine terhadap sopir yang akan mengemudikan bus mudik. Sopir yang fisiknya lelah akan diistirahatkan.
Kepala Terminal Bus Pulogadung, Jakarta Timur, Simon Ginting, mengatakan, sopir bus yang kondisinya tidak memungkinkan akan diistirahatkan. Sebelum mereka beroperasi, pihak terminal bekerja sama dengan puskesmas setempat akan mengecek kondisi kesehatan sopir.
"Kami juga mengecek kondisi kesehatan sopir. Dari tes urine hingga yang lain. Biasanya sopir jarak jauh itu mengidap penyakit hipertensi tinggi," kata Simon kepada Metrotvnews.com di Terminal Pulogadung, Jakarta Timur, Kamis (9/7/2015).
Ia mengungkapkan, sopir yang positif menggunakan obat-obatan dilarang mengemudikan bus. Sementara sopir yang kondisi tubuhnya lelah hanya dijadikan sopir cadangan. “Kami harap semua dalam kondisi fit saat mengemudikan bus. Karena ini menyangkut keselamatan penumpang,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FZN)