Bekasi: Jalan Tol Jakarta-Cikampek mulai padat dini hari ini. Humas Jasa Marga Cabang Jakarta-Cikampek, Hendra Damanik mengatakan kepadatan kendaraan disebabkan antrean di rest area (tempat istirahat) yang ada di Jalan Tol Jakarta-Cikampek.
"Di Cikunir (Km 10) masih mengalir, terus ke Bekasi Barat dan seterusnya. Kepadatan kendaraan diperkirakan karena antrean di rest area Km 39," kata Hendra saat dihubungi.
Ia menjelaskan, pihaknya terus melakukan pemantauan di jalur mudik tersebut. Kebijakan contraflow disiapkan untuk mengurai kemacetan. Namun, menunggu diskresi kepolisian.
"Kalau di Cikampek dimungkinkan untuk contraflow. Kita siap jika sudah ada diskresi dari kepolisian," ujarnya.
Baca: Sistem Satu Arah di Tol Cikampek Dihentikan
Diketahui, pemberlakuan rekayasa lalu lintas satu arah (one way) di Gerbang Tol Cikampek Utama telah dihentikan sementara. Kebijakan yang berlangsung sejak dua hari itu resmi ditutup sejak pukul 19.25 WIB.
"Atas diskresi Kepolisian, rekayasa lalu lintas one way hari ini yang diberlakukan dari Kilometer (Km) 70 Gerbang Tol Cikampek Utama sampai dengan Km 263 Brebes Barat resmi ditutup," kata Corporate Communications Department Head PT Jasa Marga, Irra Susiyanti, di Jakarta, Jumat, 31 Mei 2019.
Irra mengatakan, rekayasa yang dilakukan selama dua hari berturut-turut ini sebelumnya dilakukan guna mengantisipasi lonjakan kendaraan dari arah Jakarta. Sejauh ini, ia mengklaim rekayasa lalu lintas masih relatif sesuai rencana.
"Kombinasi rekayasa lalu lintas one way dan contraflow pada periode mudik Lebaran 2019 dinilai sangat efektif, baik itu untuk mengurai kepadatan di lajur maupun antrean di Gerbang Tol, serta pemenuhan kebutuhan kapasitas rest area," jelas Irra.
Bekasi: Jalan Tol Jakarta-Cikampek mulai padat dini hari ini. Humas Jasa Marga Cabang Jakarta-Cikampek, Hendra Damanik mengatakan kepadatan kendaraan disebabkan antrean di
rest area (tempat istirahat) yang ada di Jalan Tol Jakarta-Cikampek.
"Di Cikunir (Km 10) masih mengalir, terus ke Bekasi Barat dan seterusnya. Kepadatan kendaraan diperkirakan karena antrean di rest area Km 39," kata Hendra saat dihubungi.
Ia menjelaskan, pihaknya terus melakukan pemantauan di jalur mudik tersebut. Kebijakan
contraflow disiapkan untuk mengurai kemacetan. Namun, menunggu diskresi kepolisian.
"Kalau di Cikampek dimungkinkan untuk
contraflow. Kita siap jika sudah ada diskresi dari kepolisian," ujarnya.
Baca: Sistem Satu Arah di Tol Cikampek Dihentikan
Diketahui, pemberlakuan rekayasa lalu lintas satu arah (
one way) di Gerbang Tol Cikampek Utama telah dihentikan sementara. Kebijakan yang berlangsung sejak dua hari itu resmi ditutup sejak pukul 19.25 WIB.
"Atas diskresi Kepolisian, rekayasa lalu lintas
one way hari ini yang diberlakukan dari Kilometer (Km) 70 Gerbang Tol Cikampek Utama sampai dengan Km 263 Brebes Barat resmi ditutup," kata Corporate Communications Department Head PT Jasa Marga, Irra Susiyanti, di Jakarta, Jumat, 31 Mei 2019.
Irra mengatakan, rekayasa yang dilakukan selama dua hari berturut-turut ini sebelumnya dilakukan guna mengantisipasi lonjakan kendaraan dari arah Jakarta. Sejauh ini, ia mengklaim rekayasa lalu lintas masih relatif sesuai rencana.
"Kombinasi rekayasa lalu lintas one way dan contraflow pada periode mudik Lebaran 2019 dinilai sangat efektif, baik itu untuk mengurai kepadatan di lajur maupun antrean di Gerbang Tol, serta pemenuhan kebutuhan kapasitas rest area," jelas Irra.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AGA)