medcom.id, Kupang: Sejumlah ruas jalan yang rusak di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, belum diperbaiki. Perbaikan jalan oleh pemerintah daerah hanya dilakukan terhadap ruas jalan protokol. Adapun ruas jalan penghubung antarkelurahan belum disentuh sama sekali.
Salah satu jalan yang belum diperbaiki adalah ruas Jalan Anggrek, jalan penghubung Kelurahan Oebufu dan Oepura. Sebetulnya, ruas jalan itu sudah diperbaiki awal tahun ini, namun rusak lagi. Jalan kembali rusak karena banyak truk tangki pengangkut air bersih yang sering melintas. Panjang jalan yang rusak mencapai 500 meter.
"Kami tidak tahu Pemerintah Kota Kupang kerja apa saja sampai jalan rusak tidak diperbaiki," kata Marselinus, pengendara sepeda motor yang melintas di ruas jalan tersebut, Kamis (10/7/2014).
Marselinus setiap hari selalu melewati Jalan Anggrek untuk berangkat ke kantor. "Saya juga sering terganggu karena debu berterbangkan ke mana-mana apalagi berpapasan dengan truk," kata dia.
Menurutnya Jalan Anggrek sering rusak kendati baru diperbaiki beberapa bulan. "Mungkin perbaikannya tiak bagus, tidak profesional sehingga mudah rusak," kata Marselinus. Pada musim hujan, lubang di tengah jalan digenangi air sehingga pengendara harus berhati-hati.
Pemandangan serupa juga terlihat di ruas jalan lainnya di Kota Kupang. Pemerintah Daerah beralasan anggaran perbaikan jalan amat terbatas. Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum Andre Koreh, perbaikan jalan rusak lamban akibat kemampuan keuangan daerah amat mnim.
medcom.id, Kupang: Sejumlah ruas jalan yang rusak di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, belum diperbaiki. Perbaikan jalan oleh pemerintah daerah hanya dilakukan terhadap ruas jalan protokol. Adapun ruas jalan penghubung antarkelurahan belum disentuh sama sekali.
Salah satu jalan yang belum diperbaiki adalah ruas Jalan Anggrek, jalan penghubung Kelurahan Oebufu dan Oepura. Sebetulnya, ruas jalan itu sudah diperbaiki awal tahun ini, namun rusak lagi. Jalan kembali rusak karena banyak truk tangki pengangkut air bersih yang sering melintas. Panjang jalan yang rusak mencapai 500 meter.
"Kami tidak tahu Pemerintah Kota Kupang kerja apa saja sampai jalan rusak tidak diperbaiki," kata Marselinus, pengendara sepeda motor yang melintas di ruas jalan tersebut, Kamis (10/7/2014).
Marselinus setiap hari selalu melewati Jalan Anggrek untuk berangkat ke kantor. "Saya juga sering terganggu karena debu berterbangkan ke mana-mana apalagi berpapasan dengan truk," kata dia.
Menurutnya Jalan Anggrek sering rusak kendati baru diperbaiki beberapa bulan. "Mungkin perbaikannya tiak bagus, tidak profesional sehingga mudah rusak," kata Marselinus. Pada musim hujan, lubang di tengah jalan digenangi air sehingga pengendara harus berhati-hati.
Pemandangan serupa juga terlihat di ruas jalan lainnya di Kota Kupang. Pemerintah Daerah beralasan anggaran perbaikan jalan amat terbatas. Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum Andre Koreh, perbaikan jalan rusak lamban akibat kemampuan keuangan daerah amat mnim.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(DOR)