751 Ribu Kendaraan Arah Jakarta Lewati Cikarang Utama
Sejumlah kendaraan memadati Gerbang Tol Cikarang Utama di Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (9/6). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A.
Cikarang: PT Jasa Marga (Persero) mencatat arus balik kendaraan dari arah Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur yang telah melewati Gerbang Tol Cikarang Utama arah Jakarta hingga H+7 lebaran mencapai  751 ribu. Jumlah ini akan bertambah pada H+8 mengingat diperkirakan sebagai puncak arus balik kedua.

AVP Corporate Communication PT Jasa Marga Dwimawan Heru mengatakan volume lalu lintas akumulasi hingga kemarin meningkat 50 persen dibandingkan dengan lalu lintas normal sebanyak 499 ribu kendaraan.


"Sementara untuk H+7 sendiri, sebanyak 99 ribu kendaraan, atau naik sebesar 38  persen dari lalu lintas normal sebesar 71 ribu kendaraan melintasi GT Cikarang Utama arah Jakarta," kata Heru di Gerbang Tol Cikarang Utama, Minggu, 24 Juni 2017.

Pada arus balik tahun ini Jasa Marga mencatat rekor tertinggi melayani arus balik lebaran yang berasal dari timur melalui GT Cikarang Utama. Sebanyak 130 ribu kendaraan dilayani pada arus balik H+3 lebaran di mana angka ini naik 82 persen dari lalu lintas normal. 

Heru mengatakan untuk mendukung pelayanan transaksi tersebut, Jasa Marga mengoptimalkan penggunaan gardu maksimal sebanyak total 34 gardu dan 15 mobile reader nonstop di GT Cikarang Utama.

Di sisi lain pada tahun ini jalan tol Jakarta hingga Surabaya sudah dapat digunakan oleh pemudik. Jasa Marga membuka total sepanjang 207,85 KM jalur fungsional yang diklaim dapat mengurangi kepadatan dan mempercepat waktu tempuh perjalanan pemudik. 

Pelayanan di rest area juga menjadi fokus perhatian dengan menambah jumlah rest area, tempat istirahat sementara (TIS) dan parking bay (PB) dengan total 68 titik di sepanjang jalan tol Jasa Marga, mengatur lalu lintas zonasi rest area, penambahan toilet mobile, serta bekerjasama dengan Pertamina untuk menyiapkan BBM kemasan.

Perusahaan pelat merah ini juga bekerjasama dengan kepolisian dan instansi terkait untuk melakukan berbagai manajemen rekayasa lalu lintas seperti contraflow dan one way (satu arah) yang diberlakukan secara situasional untuk mengatasi kepadatan yang terjadi ketika arus mudik dan arus balik.

Lebih lanjut perseroan mengimbau kepada pengguna jalan tol yang hendak melakukan perjalanan balik untuk mengatur waktu keberangkatan guna menghindari kepadatan lalu lintas, serta memastikan kecukupan saldo uang elektronik sebelum memasuki jalan tol. Layanan top up tunai di gerbang tol hanya dilakukan dalam kondisi darurat. Selain itu, pastikan kecukupan BBM kendaraan sebelum memasuki perjalanan di jalan tol.



(JMS)