Pengendara memperlambat laju kendaraannya saat memasuki Gerbang Tol Cikarang Utama 1 di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. (Foto: ANTARA/Risky Andrianto)
Pengendara memperlambat laju kendaraannya saat memasuki Gerbang Tol Cikarang Utama 1 di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. (Foto: ANTARA/Risky Andrianto)

Sinergisitas Pemerintah Dinilai Kunci Keselamatan di Jalan Raya

Ramadan Mudik Lebaran 2019
Muhammad Syahrul Ramadhan • 08 Mei 2019 10:05
Jakarta: Penulis Buku Mudik Minim Polemik, Edo Rusyanto, mengapresiasi sinergitas kementerian dan lembaga dalam penanganan mudik. Menurutnya, sinergi pemerintah perlu diimplementasikan sepanjang tahun.
 
Ia mengatakan lebih dari 200 ribu orang yang pindah ke angkutan umum selama musim mudik dan arus balik adalah salah satu keberhasilan pemerintah. Ini membuktikan negara serius dalam hal penanganan perpindahan sementara arus massa tersebut.
 
"Semangat sinergitas itulah yang saya pikir perlu diterapkan terus sepanjang tahun," kata Edo dalam Diskusi dan Peluncuran Buku Mudik Minim Polemik di kawasan Cawang, Jakarta Timur, Selasa, 7 Mei 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sinergi, lanjut Edo, perlu terus dilakukan untuk mengantisipasi banyaknya nyawa pengendara yang melayang di jalan raya. Ia menyebut sedikitnya 80 orang meninggal setiap hari saat berkendara.
 
"80 orang itu anak-anak bangsa yang harus kita cegah dari potensi yang sangat buruk, selama ini korban kecelakaan (didominasi) usia produktif," terangnya.
 
Baca juga:Pembangunan Infrastruktur Dihentikan saat Mudik Lebaran
 
Edo mengungkapkan jika sinergitas ini dipertahankan sepanjang tahun, target negara yang dituangkan dalam rencana umum keselamatan jalan yakni menurunkan 50 persen fatalitas pada 2020 bisa tercapai. Sayangnya, sejak 2011 yang merupakan basis program sampai saat ini belum signifikan.
 
"Buka-bukaan saja 2011 sebagai tahun basis dari program itu setiap hari korban 86 orang meninggal sekarang 2018, 2017 bahkan itu 84 orang masih meninggal itu artinya dari 2011 yang meninggal itu masih bergeser tidak signifikan," ucap Edo.
 
Edo berharap hal ini bisa terus ditingkatkan lagi dan siapa pun pemimpin negara nanti mempunyai kepedulian terhadap keselamatan jalan. Sehingga target menurunkan fatalitas 50 persen dapat terwujud.
 
"Siapa pun presiden yang terpilih dengan kabinet yang canggih mudah-mudahan kepedulian terhadap keselamatan jalan lebih moncer. Sehingga target yang dulu bukan sekedar dokumen," ujarnya.
 
Di dalam buku terbarunya berjudul Mudik Mini Polemik, Edo menuangkan hasil pengamatannya tentang mudik selama sepuluh tahun. Ia menceritakan pengalaman pribadinya, yang menjajal tiga moda transportasi saat mudik, mulai dari menunggangi motor, naik bus, dan kapal laut.
 
Di situ ia menemukan ternyata masih ada masalah dalam mudik. Untuk itu ia berharap dengan bukunya kedepan permasalahan mudik dapat terselesaikan sehingga mudik menjadi aman, nyaman, dan selamat.
 

(MEL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif