Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Bau 'Amis' di Pos Pemantauan Mobilisasi Orang

Ramadan mudik lebaran mudik
Anggi Tondi Martaon • 10 Mei 2020 12:09
Jakarta: Praktik suap disebut terjadi di pos pemeriksaan larangan mudik jalur darat. Pengemudi menyuap para petugas pengawas agar diizinkan lewat.
 
"Ada (temuan suap). Ini cerita para driver-nya sendiri. Kalau driver-nya ngomong masak bohong," kata Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno kepada Medcom.id, Minggu, 10 Mei 2020.
 
Peneliti Laboratorium Transportasi Unika Soegijapranata itu menyebut para pengemudi nakal tersebut sudah beberapa kali melakukan aksinya. Berbagai cara dilakukan, termasuk melakukan praktik 'amis' agar bisa membawa penumpang di tengah pembatasan mobilisasi orang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Jumlah Pemudik Nekat Menurun
 
Mereka memanfaatkan jalur tikus untuk menghindari pos pemeriksaan. Menyogok petugas merupakan upaya terakhir yang dilakukan jika menemui pos pemantauan.
 
"Kalau sudah siap jalur tertentu dia bayar bisa (lewat), katanya gitu," kata dia.
 
Mayoritas oknum yang menyogok petugas menggunakan kendaraan berplat hitam. Sebab, angkutan umum dibatasi oleh pemerintah.
 
Dia menyambut baik upaya pemerintah melonggarkan pengoperasian transportasi umum. Sehingga, pemantauan mobilisasi orang lebih mudah dipantau.
 
"Ya salah satunya membuka peluang angkutan umum beroperasi. Karena mengawasi di lapangan gampang-gampang susah," ujar dia.
 

(JMS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif