Ilustrasi/Medcom.id.
Ilustrasi/Medcom.id.

Polda Jabar Patroli Kesehatan di Jalur Mudik

Ramadan Mudik Lebaran 2019 Ramadan 2019
P Aditya Prakasa • 30 Mei 2019 17:16
Bandung: Kepolisian Daerah Jawa Barat berkerja maksimal mengawal kelancaran arus mudik Lebaran di Jawa Barat. Selain mengatur lalu lintas, polisi juga berpatroli kesehatan memberikan pelayanan untuk para pemudik dan petugas.
 
Kepala Bidang Dokter Kesehatan Polda Jawa Barat Kombes Pol Arios Bismark mengatakan, timnya akan berkeliling menggunakan ambulans ke pos-pos di jalur mudik. Pengecekan kesehatan, kata dia, sangat penting agar anggota dapat bekerja melakukan pengamanan dan pelayanan secara optimal.
 
"Pos kecil pun akan kami jangkau untuk pelayan kesehatan anggota kami, dan bukan anggota saja tapi juga masyarakat. Ini sangat penting kalau anggota dalam keadaan sakit tentu tidak akan bisa bertugas secara optimal," kata Arios di Bandung, Kamis, 30 Mei 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Setiap pos kesehatan yang dibangun di jalur mudik telah siaga petugas kesehatan dari setiap Polres. Arios mengatakan, 40 personil petugas kesehatan Polda Jawa Barat akan diterjunkan untuk membantu.
 
Untuk menutupi kekurangan personel petugas dan sarana prasarana serta obat-obatan, maka patroli kesehatan ini menjadi salah satu cara untuk memaksimalkan. Patroli kesehatan telah diberlakukan sejak H-7 hingga H+7 mudik lebaran nanti.
 
"Pos kesehatan backup seluruh pos. Berkaitan dengan itu personil polda jabar sangat kurang, dalam hal ini personil minta bantuan sarana dan prasarana, maka kami optimalisasi," ucap Arios.
 
Selain itu, Direktur Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Barat (Ditlantas) Polda Jawa Barat Kombes Pol M Aris juga mengimbau agar masyarakat tidak memaksakan melanjutkan perjalanan apabila kelelahan. Posko-posko telah disiapkan di jalur-jalir mudik agar para pemudik bisa beristirahat.
 
"Kecelakaan itu biasanya penyebabnya kelelahan dan ngantuk, makanya kalau sudah merasa ngantuk atau lelah, lebih baik berhenti. Makanya kita menyiapkan beberapa rest area, silakan digunakan tergantung masyarakat, tapi kami imbau juga untuk tidak terlalu lama," kata Aris saat dihubungi.
 
Menurut Aris, jalur pantura disebut rawan kecelakaan. Sebab arus lalu lintas bakal sedikit tersendat sehingga membuat pemudik kelelahan.
 
"Termasuk kontur jalannya, kan perbukitan. Makanya di pantura, kita siapkan beberapa cek poin. Termasuk jembatan timbang, itu kan operasinya berhenti jadi bisa digunakan untuk istirahat," kata Aris.
 

(ALB)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif