Pintu tol Brebes Barat
Pintu tol Brebes Barat

Kemacetan Keluar Tol Brebes Barat Diantisipasi

Ramadan Mudik Lebaran 2019 Ramadan 2019
Supardji Rasban, Media Indonesia • 29 Mei 2019 13:34
Brebes: Pengamanan di pintu keluar Tol Brebes Barat, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, diperketat pada arus mudik Lebaran 2019. Hal itu mengingat gerbang tersebut menjadi titik ujung dari kebijakan satu arah (one way) yang dijadwalkan pada 30 Mei hingga 2 Juni.
 
"Berdasarkan pengecekan terakhir, kita sudah siap. Sejauh ini tidak ada kendala,'' ujar Wakil Kepala Polres Brebes Komisaris M Faizal Perdana seusai apel gelar pasukan Operasi Ketupat Candi 2019 di halaman Kantor Polres Brebes, Selasa, 29 Mei 2019.
 
Faizal menuturkan Polres Brebes menerjunkan 450 petugas untuk pengamanan selama musim arus mudik dan balik Lebaran. "Kalau ditambah tim gabungan dari TNI dan bantuan dari Polda Jawa Tengah, semuanya ada 550 personel," terangnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Untuk memperlancar arus lalu lintas setelah keluar tol, Pemerintah Kabupaten Brebes akan menghentikan operasional andong dan becak di pasar tumpah. Pemilik andong dan becak akan mendapat kompensasi berupa uang karena tak beroperasi.
 
"Kompensasi akan diberikan kepada para pemilik andong atau kusirnya dan para abang becak yang biasa beroperasi di Pasar Linggapura," ujar Kasat Lantas Polres Brebes Ajun Komisaris M Adimas.
 
Pasar Linggapura di Kecamatan Tonjong, Brebes, ialah salah satu pasar tumpah yang diprediksi rawan kemacetan saat musim arus mudik Lebaran. Pasar tradisional tersebut berada di jalur selatan jurusan Brebes-Purwokerto.
 
Kebijakan satu arah berlaku dari Km 29 Tol Jakarta-Cikampek hingga Km 263 Tol Brebes Barat. Saat sistem itu diterpakan, PT Jasa Marga akan memberikan perlakuan khusus kepada bus antarkota antarprovinsi (AKAP). Bus AKAP yang datang dari arah Jawa Tengah dan Jawa Timur nantinya dapat masuk ke gerbang Tol Cikampek di Km 72. Mereka akan diberikan satu lajur khusus supaya bisa cepat kembali ke Jakarta untuk mengambil penumpang.
 
"Kami dapat beberapa masukan sehingga untuk bus kami perlakukan secara khusus. Langkah ini kami koordinasikan dengan Korlantas Polri dan akan kami awasi terus perkembangannya," ujar Direktur Operasi Jasa Marga Subakti Syukur.
 
Kapolres Cirebon AKB Suhermanto menyiagakan 36 petugas untuk mengurai kepadatan lalu lintas di tol terutama di rest area. Petugas itu menggunakan kendaraan roda dua untuk memudahkan pergerakan.
 
"Tim urai itu kita tempatkan di beberapa titik," ujarnya.
 
Operasi Ketupat
 
Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan pengamanan Lebaran tahun ini akan lebih kompleks karena bersamaan dengan pelaksanaan proses tahapan Pemilu 2019. Namun, imbuhnya, Polri sudah mengidentifikasi beberapa gangguan yang dinilai dapat berpengaruh terhadap stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.
 
"Di antaranya ialah aksi terorisme, kejahatan konvensional yang meresahkan masyarakat seperti pencurian, perampokan, penjambretan, begal, premanisme, dan lain-lain, aksi intoleransi dan kekerasan, kelancaran dan keselamatan transportasi," ujar Tito dalam sambutan saat memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2019 di Monas, Jakarta Pusat, kemarin.
 
Operasi Ketupat 2019 akan digelar selama 13 hari mulai hari ini hingga 10 Juni 2019 di seluruh daerah. Namun, ada 11 provinsi yang menjadi prioritas, yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Banten, Lampung, Sumatra Selatan, Sulawesi Selatan, Bali, dan Papua.
 
"Operasi akan melibatkan 160.335 personel gabungan, terdiri atas 93.589 personel dari Polri, 13.131 dari TNI, 18.906 personel dari kementerian dan dinas terkait, 11.720 personel satuan kepolisian PP, 6.913 suka-relawan dari Pramuka, serta sukarelawan lain dari organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan sebanyak 16.076 orang," papar Tito. (Media Indonesia)
 

(ALB)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif