Cara mengecek alat elektronik yang paling boros listrik. Foto: Shutterstock
Cara mengecek alat elektronik yang paling boros listrik. Foto: Shutterstock

Alat Elektronik Paling Boros Listrik di Rumah, Ini Cara Ceknya

Rizkie Fauzian • 19 Mei 2026 20:14
Ringkasnya gini..
  • Cara cek alat elektronik paling boros listrik bisa dilakukan dengan melihat konsumsi watt, menggunakan watt meter, dan menghitung pemakaian harian.
  • Perangkat seperti AC, dispenser, dan oven listrik menjadi penyumbang terbesar tagihan PLN.
  • Mengurangi listrik standby juga membantu menghemat biaya listrik rumah tangga.
Jakarta: Tagihan listrik yang tiba-tiba naik sering membuat banyak orang bingung. Tanpa disadari, beberapa alat elektronik di rumah ternyata menjadi penyebab utama konsumsi listrik membengkak setiap bulan.
 
Perangkat seperti AC, rice cooker, kulkas, hingga dispenser bisa menyedot daya besar jika digunakan terus-menerus. Karena itu, penting mengetahui cara mengecek alat elektronik yang paling boros listrik agar penggunaan energi lebih efisien.

Cara mengecek alat elektronik yang paling boros listrik

1. Cek label daya pada perangkat elektronik

Setiap perangkat elektronik memiliki informasi konsumsi daya dalam satuan watt (W). Semakin besar angka watt, semakin tinggi konsumsi listriknya.
 
Berikut contoh konsumsi daya alat rumah tangga:

AC: 400–1.200 watt
Setrika: 350–1.000 watt
Rice cooker: 300–700 watt
Water heater: 350–2.000 watt
Kulkas: 100–250 watt
 
Meski terlihat kecil, perangkat yang aktif sepanjang hari seperti kulkas tetap bisa menyumbang tagihan besar.

2. Gunakan watt meter agar lebih akurat

Cara paling efektif mengetahui perangkat paling boros listrik adalah menggunakan watt meter digital. Alat ini mampu menampilkan konsumsi daya secara real-time.
 
Pengguna cukup mencolokkan alat elektronik ke watt meter untuk melihat:
 
Besaran watt yang dipakai
Total konsumsi listrik
Estimasi biaya pemakaian
 
Saat ini watt meter mudah ditemukan di toko elektronik maupun marketplace online.

3. Fokus pada alat pemanas dan pendingin

Perangkat yang menghasilkan panas atau dingin umumnya membutuhkan daya lebih besar dibanding alat elektronik biasa.
 
Beberapa perangkat yang dikenal paling boros listrik:
  1. AC
  2. Oven listrik
  3. Dispenser panas
  4. Mesin cuci pengering
  5. Microwave
  6. Pengering rambut
Semakin lama durasi pemakaian, semakin besar pula biaya listrik yang harus dibayar.

3. Cara menghitung konsumsi listrik

Penggunaan listrik bisa dihitung dengan rumus sederhana:
 
Watt × Lama Pemakaian ÷ 1.000 = kWh
 
Contoh:
AC 800 watt digunakan selama 8 jam:
 
800 × 8 ÷ 1.000 = 6,4 kWh
 
Jika tarif listrik Rp1.500 per kWh, maka biaya harian mencapai Rp9.600.

4. Hindari listrik standby

Banyak perangkat tetap mengonsumsi listrik meski tidak digunakan, seperti TV, charger, dan speaker aktif. Kondisi ini disebut phantom load atau listrik standby.
 
Karena itu, mencabut colokan saat perangkat tidak dipakai dapat membantu mengurangi pemborosan listrik.

Tips hemat listrik di rumah

  1. Gunakan perangkat berlabel hemat energi
  2. Matikan alat elektronik saat tidak digunakan
  3. Atur suhu AC di 24–26 derajat Celsius
  4. Gunakan lampu LED
  5. Kurangi penggunaan alat berdaya besar secara bersamaan

Dengan mengetahui alat elektronik paling boros listrik, masyarakat dapat lebih mudah menghemat energi sekaligus menekan tagihan PLN setiap bulan.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KIE)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan