Beli rumah dengan DP0%, berapa cicilannya?. Ilustrasi: Shutterstock
Beli rumah dengan DP0%, berapa cicilannya?. Ilustrasi: Shutterstock

Beli Rumah Rp500 Juta, Berapa Cicilan dengan DP 0%?

Properti kpr rumah tapak hunian dp 0% Rumah DP 0%
Rizkie Fauzian • 28 Februari 2021 18:48
Jakarta: Pelonggaran loan to value/financing to value (LTV/FTV) memberi kesempatan bagi masyarakat untuk membeli rumah tanpa uang muka atau Down Payment (DP). 
 
Namun satu masalah utama yang tidak boleh luput dari pemberian DP nol persen yakni nilai kekayaan bersih dan jumlah total utang tertunggak yang Anda miliki setelah kredit properti ini disetujui. 
 
Berikut ini Lifepal menjabarkan hal tersebut untuk Anda.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Setiap orang tentu perlu mengetahui berapa jumlah kekayaan bersih (net worth) yang dimilikinya. 
 
Kekayaan bersih dapat didefinisikan sebagai sebuah posisi ekonomi bersih seseorang atau nilai kekayaan yang sesungguhnya miliki.
 
Nilai kekayaan bersih didapat dari hasil selisih antara total aset dan total utang. Meski nilai kekayaan bersih seseorang positif, seseorang tetap rentan bangkrut di kala mereka memiliki rasio solvabilitas di bawah 30 persen. Apa itu rasio solvabilitas?
 
Rumus untuk mencari nilai rasio solvabilitas adalah kekayaan bersih dibagi total aset.
 
Dalam perencanaan keuangan pribadi, nilai rasio solvabilitas menunjukkan seberapa besar nilai aset yang "benar-benar Anda miliki." 
 
Ketika seseorang memiliki nilai rasio adalah 1 atau 100 persen, hal itu menunjukkan seluruh aset yang dimilikinya tidak didapat dari utang.  
 
Tidak ada aturan baku mengenai besaran rasio yang ideal, namun makin tinggi nilai rasio ini menunjukkan bahwa orang yang bersangkutan memiliki posisi keuangan yang kuat. 
 
Sementara itu makin rendah nilai rasio, maka makin rentan seseorang mengalami kebangkrutan.
Alangkah baiknya bagi kita semua untuk terus meningkatkan nilai rasio solvabilitas ini seiring dengan berjalannya waktu.
 
Pada kesempatan kali ini, kita akan membuat dua simulasi perhitungan apabila seorang membeli rumah dengan menggunakan perhitungan DP 30 persen dan nol persen, dengan asumsi bunga 10 persen per tahun bersifat. Lewat perhitungan tersebut kita akan menilai berapa nilai rasio solvabilitasnya.

Contoh kasus perhitungan DP 30 persen

Bapak Michael memutuskan untuk membeli rumah di kawasan Jawa Barat untuk tempat tinggal senilai Rp500 juta dengan DP 30 persen untuk tenor 15 tahun (180 bulan). Maka perhitungannya adalah:
 
Harga rumah        : Rp500 juta
DP 30 persen       : Rp150 juta
Pokok Utang        : Rp350 juta
 
Lewat perhitungan di kalkulator bunga efektif yang dikembangkan Lifepal, maka pokok utang dan beban bunga yang dimiliki bapak Michael mencapai Rp677.001.240 dan cicilannya Rp3,7 juta per bulan. 
 
Berikut adalah neraca atau posisi keuangan bapak Michael dengan asumsi pencatatan menggunakan nilai buku. Dengan perhitungan ini, maka nilai rasio solvabilitas bapak Michael ada di angka 40,5 persen.

Contoh kasus perhitungan DP 0%

Lantas seperti apa yang terjadi jika Bapak Michael memutuskan untuk mengambil program DP 0%?
 
Harga rumah        : Rp500 juta
DP 0%                  : Rp0
Pokok Utang        : Rp500 juta
 
Dengan perhitungan di kalkulator bunga efektif Lifepal, pokok utang dan beban bunga yang dimiliki bapak Michael mencapai Rp967.144.680, sementara itu cicilannya adalah Rp5,3 juta per bulan.
 
Jika pencatatan neraca keuangan dilakukan dengan menggunakan perhitungan nilai buku, nilai aset berupa rumah akan menjadi Rp967 juta, namun dengan kekayaan bersih yang sebesar Rp463 juta dan aset Rp1,43 miliar, nilai rasio solvabilitas bapak Michael akan turun menjadi 32,3 persen.
 
Berkurangnya nilai rasio solvabilitas menunjukkan bahwa kemampuan bapak Michael melunasi total utang baik jangka pendek dan panjang akan semakin berkurang.
 
(KIE)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif