Lebih Nyaman Tinggal di Perumahan Cluster
Kegiatan pembangunan rumah mewah sebuah kluster dalam komplek perumahan di kawasan Cibubur yang kawasannya mencakup wilayaj Kab. Bogor dan Bekasi. Antara Foto/Wahyu Putro
Jakarta:Istilah cluster dalam perumahan pertama kali diperkenalkan developer besar sebagai cara pengelompokan unit rumah berdasar tema desainnya. Terutama di perumahan mewah dengan laus total kawasan hingga ratusan hektar yang tak jarang lintas perbatasan kecamatan bahkan kabupaten.

Pembagian tersebut memudahkan administrasi kependudukan penghuninya. Di sisi menajemen pengelolaan hariannya juga lebih mudah bagi pengembang, seperti urusan perawatan kebersihan dan keamanannya yang bisa desentralisasi.


Kemudahan itu yang belakangan hampir semua perumahan baru -termasuk dari developer menengah dan kecil- juga menawarkan konsep cluster. Meski luas kawasannya tidak terlalu besar dan unit rumah dalam tiap cluster juga hanya puluhan unit.

Anda tertarik tinggal di cluster perumahan? Berikut ada beberapa tips dari rumah.com yang perlu diperhatikan.

Memilih tipe yang tepat

Perumahan klaster memiliki luas area yang lebih besar dan unit yang lebih banyak dibanding townhouse. Biasanya dibagi berdasar tema desain arsitektur bangunan rumahnya. Maka pastikan Anda memilih tipe klaster yang sesuai dengan selera sehingga memudahkan dekorasinya nanti.

Penambahan sistem keamanan

Meski luas perumahan cukup besar, biasanya hanya ada satu pintu untuk keluar-masuk perumahan. Hal ini membuat keamanan lebih terkontrol. Tapi itu bukan berarti rumah aman 100 persen dan unit rumah dalam klaster sering didesain tanpa pagar.

Maka baiknya Anda menambahkan sistem keamanan sendiri, misalnya alarm yang terhubung ke pos satpam terutama bagi Anda yang lebih sering berada di luar rumah.


Sistem klaster kini tidak lagi perumahan mewah, tetapi juga perumahan murah dan bersubsidi. Di antaranya proyek milik pengembang ternama di kawasan Maja, Serang, ini. Antara Foto/Lucky R

Krey outdoor

Hunian tanpa pagar akan mengurangi privasi penghuninya. Anda dapat menambahkan krey outdoor pada bagian depan jendela untuk menghalangi pandangan langsung dari luar. Selain itu krey berguna juga untuk menghalau sinar matahari langsung tembus ke dalam rumah.

Memaksimalkan halaman depan

Perumahan klaster biasanya menyediakan lahan hijau yang cukup luas. Manfaatkan area ini secara maksimal untuk menambah estetika hunian dan menyegarkan udara di sekitar hunian. Menanam pohon di pekarangan  juga dapat membantu menghalangi pandangan langsung ke bagian dalam rumah.

Carport dengan atap

Rumah klaster biasanya menyediakan carport tanpa atap untuk satu kendaraan. Tambahkan atap untuk carport agar kendaraan Anda terlindung dari panas dan hujan. Agar tak merusak kesan klaster yang identik dengan ‘terbuka’, Anda dapat memilih material atap transparan dan sesuaikan desainnya dengan tema hunian agar padu.

Rajin bersosialisasi

Penghuni klaster cenderung individualis karena sebagian besar sibuk bekerja. Tak ada salahnya jika Anda memelopori pembentukan komunitas atau perkumpulan klaster. Hal ini penting untuk membangun keakraban dan saling mengenal sesama tetangga.

Adakan pertemuan satu bulan sekali, bisa berupa arisan, pengajian, atau sekadar kumpul tetangga. Hal ini akan berdampak positif bagi kehidupan rumah tangga dan sosialisasi Anda, termasuk anak-anak. Sosialisasi tak hanya dengan tetangga satu klaster tapi juga klaster lain dan pihak keamanan perumahan cluster.

Kendaraan penunjang

Perumahan klaster umumnya memiliki luas yang cukup besar. Ini membuat jarak rumah menuju pintu gerbang cukup jauh tanpa ada akses transportasi pendukung. Jadi penting untuk menyiapkan transportasi penunjang seperti sepeda untuk transportasi di sekitar area klaster



 



(LHE)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id