Jaga Kesehatan Karpet <i>yuk...</i>
Jemur karpet di tempat yang tidak langsung terpapar sinar matahari. (foto: dok. 5 a Sec - Barito)
Jakarta: Karpet semakin banyak penggemarnya karena kepraktisannya. Baik sebagai ornamen dekorasi yang efektif membangun suasana interior rumah, juga sebagai alas duduk dan rebahan yang hangat karena bahan tebalnya.

Di sisi lain karena bahannya pula karpet rentan dengan endapan debu, bulu hewan peliharaan bahkan tengau yang bisa mengganggu kesehatan. Sayangnya membersihkan karpet dengan baik dan benar, belum menjadi rutinas harian mayoritas para penggunanya.


Sangat mungkin karena keterbatasan waktu sementara membersihkan karpet butuh waktu dan usaha lebih dibanding mengepel lantai. Tapi setidaknya ada beberapa cara untuk setidaknya menjaga 'kesehatan' karpet demi kesehatan Anda sekeluarga.

"Gunakan keset," saran Direktur Operasional 5àsec Indonesia Indra Wirawan dalam surat elektroniknya.

Keset merupakan elemen penyaring pertama yang membendung kotoran dan polutan dari luar. Keset sederhana pun sangat  berguna mengurangi tanah, pasir, debu dan kotoran yang masuk ke dalam rumah terbawa alas kaki. Keset juga lebih mudah dibersihkan daripada karpet.

Penempatan karpet ternyata dapat mempengaruhi keawetan dan kebersihan  karpet. Karpet di lokasi yang langsung terpapar sinar matahari akan lebih cepat rusak dan pudar warnanya. Sempatkan memutar posisi karpet secara berkala agar bagian yang sering terinjak dan terlewati tidak lebih cepat aus dibanding lainnya.



Banyak yang beranggapan membersihkan karpet dengan alat penyedot debu(vacuum cleaner) cukup dilakukan sebulan sekali. Padahal aktivitas keluarga harian sudah tentu mengakibatkan munculnya kotoran, makanya harus tiap hari juga dibersihkan.  

"Ya, setiap hari, walau sesungguhnya belum cukup. Penyedot debu membantu membersihkan kotoran, debu, remah makanan sebelum tenggelam jauh ke serat karpet namun tidak benar-benar bisa membuat karpet lebih steril dari bibit penyakit.," jelas Indra.

Bersihkan segera noda dan tumpahan di atas karpet. Semakin menunda waktu membersihkannya, semakin sulit mudah noda dan tumpahan dihilangkan karena terlanjur menyerap ke serat-serat karpet. Kelembapan dan bahan kimia dari noda tumpahan bisa menjadi habiitat bagi berkembang biaknya bakteri.

Agar pembersihan lebih efektif, gunakan bahan pembersih yang meresap hingga ke dalam serat karpet. Bahan kimia pembersih ini akan mengangkat kotoran, debu, dan polutan lain ke permukaan karpet sehingga lebih mudah dibersihkan. Ingat, hindari yang berbau tajam dan tidak ramah lingkungan.

Tahapan inilah yang bagi banyak orang terlalu merepotkan dan makan waktu. Terlebih bila karpetnya berukuran besar atau karpet berkualitas tinggi dan langka karena bahan dan detail motifnya. Sementara tidak semua bahan karpet cocok dibersihkan dengan air, salah-salah bisa malah merusak.



Tapi sebenarnya itu bukan masalah, sebab saat ini banyak jasa laundry and dry cleaning menyediakan layanan membersihkan dan cuci aneka jenis karpet. Mereka menggunakan peralatan dan bahan khusus yang tidak hanya membuat karpet bersih, tapi tetap terjaga keindahan detailnya.

Tahap terakhir setelah kapet dibersihkan -baik Anda bersihkan sendiri atau oleh jasa jasa laundry and dry cleaning- adalah penyimpanannya. Teruma bila Anda yang menggunakan karpet hanya di waktu tertentu atau punya beberapa karpet dengan motif berbeda yang dipakai bergantian.

"Kemas karpet dalam plastik agar tidak ada debu yang masuk dan menempel pada celah karpet," wanti Iwan.

 



(LHE)