Tips Cegah Kebakaran di Rumah, Cabut Alat Pemanas

Rizkie Fauzian 28 Desember 2017 15:21 WIB
Tips Cegah Kebakaran di Rumah, Cabut Alat Pemanas
Kebakaran di Terminal 2B Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, (14/12/2017), dipicu arus pendek arus listrik. Antara Foto/M. Iqbal
Jakarta: Tahukah Anda bahwa hingga lewat pertengahan tahun ini ada lebih dari 600 kasus kebakaran di DKI Jakarta dengan kerugian hampir Rp 200 miliar? Data tersebut belum termasuk kasus yang terjadi selama arus mudik dan libur panjang.

Mayoritas kebakaran terjadi karena kelalaian dan kurangnya pengetahuan terhadap penggunaan barang elektronik. Ada beberapa cara mencegah kebakaran terjadi di rumah Anda.

Atur keamanan kompor gas

Perhatikan instalasi kompor gas yang ada di rumah, pastikan bahwa tabung hingga selang tidak terjadi kebocoran. Karena bisa saja kebocoran kecil memicu kebakaran saat pemantik kompor gas mulai dinyalakan.

Atur jarak antara kompor dengan tabung gas minimal dua meter atau ada sekat tembok penghalangnya. Sehingga akan meminimalisir adanya nyala api yang besar saat terjadi kebocoran. Tindakan preventif lainnya adalah memastikan bahwa selang tersebut memiliki Standar Nasional Indonesia (SNI) agar terjamin kekuatan selang hingga regulatornya.

Selalu mencabut alat pemanas

Peralatan elektronik pemicu panas seperti setrika, pelurus rambut, pengering, hingga pemanggang makanan tentunya banyak terdapat di dalam rumah. Selalu cabut colokan alat­alat tersebut dari sumber listrik.

Alat pemicu panas sangat rentan ‘terbakar’ jika suhunya terus menerus dipasang di tingkat yang maksimal, dan lebih berbahaya lagi jika menyentuh barang yang rentan terbakar. Maka selalu pastikan bahwa itu sudah dimatikan setelah Anda menggunakannya.

Atur penggunaan terminal listrik

Di rumah terdapat terminal listrik yang bercabang? Biasanya terminal listrik ini memiliki kabel yang panjang, atau bisa juga menggunakan steker yang tercolok di sumber listrik.

Anda harus memastikan bahwa tidak ada kabel yang korslet dan menggunakan bahan berkualitas. Korslet yang berkepanjangan akan menimbulkan percikan api yang dapat menimbulkan kebakaan, sedangkan penggunaan steker dengan kualitas isolator atau ‘colokan’ yang terbuat dari bahan plastic yang berkualitas rendah bisa meleleh dan menyebabkan kebakaran.

Cara mencegah lainnya adalah dengan menggunakan pengaman listrik atau sekring otomatis yang bisa menjadi indikator terjadinya korslet lokal di rumah. Biasanya sekring otomatis di pasang minimal satu meter dari meteran listrik.

Sekring otomatis ini memiliki dua hingga belasan saklar, dimana saklar bisa turun otomatis jika terjadi korslet. Selain itu, tersedianya tabung pemadam kebakaran bisa jadi solusi awal jika terjadi kebakaran.

 

(LHE)