Benarkah AC terus menyala lebih hemat? Foto: Freepik
Benarkah AC terus menyala lebih hemat? Foto: Freepik

AC Menyala 24 Jam Apakah Lebih Hemat Listrik? Ini Penjelasannya

Rizkie Fauzian • 11 Mei 2026 14:27
Ringkasnya gini..
  • Banyak orang percaya AC menyala 24 jam lebih hemat listrik dibanding sering dimatikan. Faktanya, efisiensi penggunaan AC dipengaruhi jenis perangkat, suhu ruangan, dan durasi pemakaian.
  • AC inverter memang lebih hemat energi dibanding AC konvensional. Namun, membiarkan AC hidup seharian belum tentu mengurangi tagihan listrik jika ruangan tidak digunakan.
  • Pengaturan suhu ideal, membersihkan filter, dan penggunaan timer menjadi cara sederhana untuk membuat AC lebih hemat listrik tanpa mengurangi kenyamanan di rumah.
Jakarta: Penggunaan air conditioner (AC) kini menjadi kebutuhan penting di banyak rumah, terutama di wilayah dengan suhu panas dan tingkat kelembapan tinggi. Namun, muncul anggapan bahwa membiarkan AC menyala selama 24 jam justru lebih hemat listrik dibandingkan sering mematikannya.
 
Anggapan tersebut berkembang karena banyak orang menilai AC membutuhkan daya listrik lebih besar saat pertama kali dinyalakan. Kondisi ini membuat sebagian pengguna memilih membiarkan AC tetap hidup sepanjang hari agar suhu ruangan tetap stabil.
 
Secara teknis, AC memang memerlukan lonjakan daya saat kompresor mulai bekerja. Namun, konsumsi listrik terbesar tetap berasal dari durasi pemakaian yang panjang. Semakin lama AC menyala, semakin besar pula energi listrik yang digunakan.
 
Pada AC konvensional, kompresor akan terus bekerja secara berulang untuk menjaga suhu ruangan tetap dingin. Sistem ini membuat konsumsi listrik cenderung lebih tinggi apabila AC dibiarkan menyala tanpa henti selama 24 jam.

Sementara itu, AC inverter memiliki teknologi yang mampu menyesuaikan kecepatan kompresor sesuai kebutuhan suhu ruangan. Setelah suhu tercapai, kerja kompresor akan melambat sehingga konsumsi daya menjadi lebih rendah dibandingkan AC biasa.
 
Meski demikian, membiarkan AC inverter tetap menyala seharian belum tentu lebih hemat jika ruangan tidak digunakan. Penggunaan tanpa jeda tetap membuat perangkat mengonsumsi listrik secara terus-menerus.

Apakah AC terus menyala lebih hemat?

AC Menyala 24 Jam Apakah Lebih Hemat Listrik? Ini Penjelasannya
Benarkah AC terus menyala lebih hemat? Foto: Freepik

1. AC tidak selalu lebih hemat jika menyala terus

Banyak pengguna menganggap menyalakan dan mematikan AC berulang kali akan membuat konsumsi listrik melonjak. Faktanya, penggunaan listrik terbesar tetap berasal dari lamanya AC bekerja.
 
Jika ruangan kosong dalam waktu lama, mematikan AC justru lebih efisien dibandingkan membiarkannya menyala sepanjang hari. Penghematan akan lebih terasa pada rumah dengan penggunaan AC lebih dari satu unit.

2. Jenis AC menentukan konsumsi listrik

AC inverter dikenal lebih hemat energi dibandingkan AC non-inverter. Teknologi inverter membuat kompresor bekerja lebih stabil sehingga tidak terus menyala penuh saat suhu ruangan sudah tercapai.
 
Sebaliknya, AC non-inverter memiliki sistem kerja putus-sambung pada kompresor yang membuat konsumsi listrik lebih besar ketika digunakan dalam waktu panjang.
 
Meski demikian, AC inverter tetap membutuhkan konsumsi listrik jika terus menyala tanpa henti. Penggunaan bijak tetap menjadi faktor utama dalam penghematan energi.

3. Suhu AC sangat berpengaruh pada tagihan listrik

Mengatur suhu AC terlalu rendah membuat kompresor bekerja lebih keras. Banyak pengguna memilih suhu 16–18 derajat Celsius agar ruangan cepat dingin, padahal kondisi tersebut meningkatkan konsumsi daya secara signifikan.
 
Suhu ideal yang disarankan berada di kisaran 24–26 derajat Celsius. Selain lebih hemat listrik, suhu ini juga dinilai nyaman untuk aktivitas sehari-hari.

4. Kondisi ruangan memengaruhi kinerja AC

Efisiensi AC tidak hanya dipengaruhi perangkat, tetapi juga kondisi ruangan. Ruangan yang terkena sinar matahari langsung atau memiliki ventilasi buruk membuat AC bekerja lebih berat.
 
Pintu atau jendela yang sering terbuka juga menyebabkan udara dingin keluar sehingga kompresor terus bekerja menjaga suhu ruangan tetap stabil.
 
Penggunaan tirai, kaca film, atau ventilasi yang baik dapat membantu mengurangi panas dari luar dan membuat kerja AC lebih ringan.

5. Perawatan rutin membantu menghemat listrik

Filter AC yang kotor dapat menghambat aliran udara dan membuat mesin bekerja lebih keras. Karena itu, membersihkan filter secara berkala menjadi langkah sederhana untuk menjaga efisiensi listrik.
 
Servis rutin juga membantu menjaga performa kompresor dan mencegah kerusakan yang dapat meningkatkan konsumsi daya.

6. Gunakan timer agar pemakaian lebih efisien

Fitur timer dapat membantu mengurangi durasi penggunaan AC, terutama saat malam hari. Banyak orang tetap membiarkan AC menyala hingga pagi meskipun suhu ruangan sudah cukup dingin.
 
Dengan mengatur timer, AC dapat mati otomatis saat penghuni tertidur sehingga konsumsi listrik menjadi lebih hemat.
 
Pada akhirnya, membiarkan AC menyala 24 jam tidak selalu membuat penggunaan listrik lebih efisien. Faktor jenis AC, kondisi ruangan, pengaturan suhu, hingga pola pemakaian menjadi penentu utama besar kecilnya konsumsi listrik di rumah.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KIE)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan