Pada acara ARCH:ID 2026, In-Lite LED dengan Paviliun Cahya, merancang sebuah ruangan yang terinspirasi dari semangat Raden Ajeng Kartini. Arsitek dan seniman Jessica Soekidi, yang merupakan desainer Paviliun ini, mengungkapkan bahwa konsep utama karyanya berakar dari pemikiran puitis Kartini.
Pencahayaan sebagai pondasi desain
Inka Dharmawan, Direktur Dharmawan Group sekaligus desainer pencahayaan, menekankan bahwa lampu seharusnya tidak lagi diposisikan sebagai tahap akhir pembangunan.Cahaya sebagai pondasi bangunan juga berkaitan erat dengan pemilihan material. Paviliun menggunakan pendekatan Eklektik Kontemporer, yaitu menggabungkan berbagai filosofi desain terbaik dari tradisi Nusantara dengan gaya modern.
| Baca juga: in-Lite Masuki Pasar Switch dan Socket di 2026, Alura & Linea Series Jadi Andalan |
“Pencahayaan masih sering diposisikan sebagai tahap akhir dalam proses desain, padahal ketika diintegrasikan sejak awal, hasilnya adalah ruang yang lebih kohesif,” jelas Inka dikutip pada Sabtu, 25 April 2026.
Ia menambahkan bahwa saat ini semakin banyak masyarakat yang mulai sadar akan pendekatan ini. Banyak orang mulai memasukkan cahaya sebagai unsur untuk menonjolkan tekstur dinding, warna lantai, hingga menciptakan suasana hati bagi penghuninya.
Melalui kolaborasi ini, Paviliun Cahya menunjukkan bahwa rumah yang nyaman bukan hanya soal bangunan yang bagus, tapi mulai dari perencanaan tata letak cahaya dalamnya sejak awal (Syarifah Komalasari)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News