Secara umum, toren plastik lebih banyak dijumpai di kawasan perumahan karena harganya ekonomis dan bobotnya ringan. Sementara toren stainless kerap digunakan di area komersial seperti hotel atau gedung bertingkat karena dinilai lebih kokoh dan tahan lama.
Berikut perbandingan keduanya yang bisa menjadi pertimbangan kamu sebelum membeli dikutip dari berbagai sumber.
Perbandingan toren berbahan plastik dan stainless steel

Perbandingan toren plastik atau stainless. Foto: Medcom.id
1. Ketahanan terhadap cuaca dan kebersihan
Toren stainless terbuat dari logam yang memiliki sifat termal stabil. Material ini lebih tahan terhadap perubahan suhu ekstrem dalam jangka panjang. Permukaannya yang halus dan tidak berpori juga membuat bakteri dan jamur lebih sulit berkembang.Sebaliknya, toren plastik cenderung lebih rentan terhadap paparan sinar matahari. Dalam jangka panjang, materialnya bisa menjadi getas atau retak. Meski demikian, beberapa produk plastik modern sudah dilengkapi lapisan anti-UV dan teknologi antibakteri.
2. Risiko pertumbuhan lumut
Toren stainless memiliki dinding yang tidak tembus cahaya sehingga bagian dalamnya tetap gelap dan meminimalkan pertumbuhan lumut. Kandungan krom dan nikel pada materialnya juga membantu menjaga daya tahan terhadap korosi ringan.Sementara itu, toren plastik—terutama yang berwarna terang atau semi-transparan—lebih memungkinkan cahaya masuk, sehingga lumut lebih mudah tumbuh jika tidak dibersihkan secara rutin.
3. Kesesuaian jenis air
Toren stainless lebih disarankan untuk menampung air olahan seperti air PDAM. Penggunaan air tanah yang memiliki kadar asam atau mineral tinggi dapat memicu korosi pada logam dalam jangka panjang.Di sisi lain, toren plastik lebih fleksibel untuk berbagai jenis air, baik air tanah maupun air PDAM. Material plastik tidak berkarat dan relatif tahan terhadap kandungan kimia tertentu.
4. Estetika dan pilihan warna
Dari sisi tampilan, stainless steel memberikan kesan minimalis dan modern dengan warna perak metalik. Cocok jika toren ditempatkan di area yang terlihat dari luar.Sementara toren plastik kini hadir dalam berbagai warna, tidak hanya oranye. Pilihan ini memudahkan pemilik rumah menyesuaikan tampilan tangki dengan desain bangunan.
5. Umur pakai
Toren stainless umumnya memiliki umur pakai 20–50 tahun, tergantung kondisi penggunaan dan jenis air yang ditampung.Toren plastik memiliki daya tahan yang bervariasi. Produk konvensional cenderung lebih singkat, namun tangki plastik modern dengan teknologi terbaru diklaim bisa bertahan sangat lama karena lebih fleksibel dan tahan benturan.
6. Harga
Dari sisi harga, toren stainless biasanya lebih mahal karena bahan baku logam dan proses produksinya lebih kompleks.Sebaliknya, toren plastik cenderung lebih terjangkau untuk kapasitas yang sama, sehingga lebih populer di kalangan pemilik rumah tinggal.
Pada akhirnya, pemilihan toren plastik atau stainless bergantung pada anggaran, jenis air yang digunakan, serta kebutuhan jangka panjang. Memahami kelebihan dan kekurangan masing-masing material dapat membantu pemilik rumah menentukan pilihan yang paling sesuai. (Syarifah Komalasari)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News