Beli Rumah, Pilih yang <i>Indent</i> atau <i>Ready Stock</i>?
Deretan rumah ready stock di sebuah proyek perumahan menengah di Serpong, Tangerang. file/MI/Safir Makki
Jakarta: Tempat tinggal adalah salah satu kebutuhan pokok manusia dan karenanya rumah -termasuk rumah susun- selalu ada yang membelinya. Di praktek pemasarannya, sistem inden lebih banyak ditawarkan dibanding rumah siap huni.

Lantas dari kedua skema tersebut mana yang lebih unggul?


Kelebihan sistem inden

- Harga yang pengembang tawarkan lebih murah dibandingkan dengan rumah ready stock alias siap huni.
- Biasanya disertai promo menarik, seperti cicilan DP atau hadiah undian.
- Calon pembeli bisa lebih bebas memilih posisi rumah dan arah hadapnya.   
 
Kekurangan sistem inden

- Pembeli rumah tidak bisa langsung menempati rumah yang dibelinya.
- Lama waktu pembangunan rumah biasanya satu hingga dua tahun untuk apartemen.
- Ada lebih risiko pengembang gagal/batal membangun padahal kita sudah membayar uang muka bahkan cicilannya.
- Bisa jadi bentuk dan kualitas rumah yang tidak sesuai gambar brosur.

Membeli rumah inden cocok bagi investor. Selain harganya lebih murah, ada potensi meraih untung dari kenaikan harga jual rumah sebesar 10% -20% hingga rumah selesai dibangun.


Keuntungan siap huni

- Bisa melihat langsung memeriksa fisik bangunan, sehingga bisa menyesuaikan apakah struktur bangunan dan bahan material rumah sudah sesuai dengan yang diinginkan.
- Kualitas air bersih bisa langsung dipastikan   
- Pembeli bisa langsung menempati rumah yang dibelinya.
- Karena rumah sudah dibangun, berarti sudah memiliki surat-surat yang lengkap seperti sertifikat tanah dan IMB.

Kekurangan siap huni

- Harga jual lebih mahal jika dibandingkan rumah inden.
- Tidak bisa fleksibel untuk memilih posisi rumah.  

Anda harus segera pindah dari kontrakan saat ini? Maka rumah yang sudah siap huni alias ready adalah pilihan terbaik.



(LHE)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id