Ini Kiat Bagi Milenial untuk Punya Rumah
Salah satu proyek rumah sederhana bersubsidi di pinggiran Jabodetabek. Antara Foto/Dedhez Anggara
Jakarta:Mayoritas generasi milenial diperkirakan tidak memiliki kemampuan finansial untuk memiliki apartemen apalagi rumah tapak di Jakarta. Naiknya harga properti setiap tahun jauh melampaui besaran kenaikan UMR dan tingkat inflasi.

Namun di luar pinggiran Jabodetabek, masih banyak pilihan rumah tapak dan apartemen yang semuanya terjangkau bagi milenial first jobber. Bukan rumah kelas menengah atas, tapi sederhana dan sangat layak huni. Jadi masih ada harapan.

Bagaimana cara memilikinya?

"Tergantung niat dan disiplin yang bersangkutan," kata Wakil Ketua Umum Bidang Pembiayaan dan Perbankan Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia Umar Husen, Senin (20/11/2017).

Sebelum memilih apakah akan membeli rumah sederrhana atau apartemen, milenial harus menyesuaikan dengan kebutuhan dan mobilitas masing-masing. Apartemen lebih cocok untuk bujangan dan pengantin baru dengan mobilitas tinggi.

Jika pasangan pengantin baru ini sudah punya momongan, rumah tapak tipe sederhana adalah pilihan yang terbaik. Sehingga ada cukup lebih lapang bagi anak untuk belajar berjalan dan berlarian di dalam rumah serta bermain di halaman.

Mengenai angsuran, menurut Umar Husen seharusnya tidak terlalu sulit dijangkau. Sebab harga rumah sederhana dan apartemen baru di pinggiran Jabodetabek rata-rata di bawah Rp 200 juta sebab ada subsidi.

Bila rajin menabung sedari awal, maka uang muka yang berkisar 10 hingga 20 persen mudah dijangkau. Angsurannya pun yang setidaknya 30 persen dari total pendapatan, bisa dipenuhi tanpa banyak kesulitan sepanjang si milenial mampu menghentikan 'pengeluaran gaya hidup'.

"Itu kan per bulannya Rp 800 sampai Rp 900 ribu kok. Jadi gajinya mampu untuk pembayaran bunga dan cicilannya. Misalnya Rp1 juta kalau gaji Rp3 juta. Rumah subsidi itu kan maksimal gaji pokoknya Rp 4 juta," tutup dia.

 

(LHE)