Biaya pembuatan sertifikat rumah. Ilustrasi: MI
Biaya pembuatan sertifikat rumah. Ilustrasi: MI

Cek Biaya Pembuatan Sertifikat Rumah

Properti BPN Pertanahan kementerian agraria dan tata ruang Sertifikat rumah
Rizkie Fauzian • 25 Juli 2021 19:10
Jakarta: Saat membeli maupun membangun rumah, ada banyak dokumen yang harus dibuat sebagai tanda kepemilikan yang sah seperti sertifikat. Pembuatan sertifikat rumah harus dibuat di Badan Pertanahan Nasional (BPN). 
 
Besaran biaya layanan keseluruhan juga telah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 128 tahun 2015 mengenai jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional.
 
Biaya yang dikeluarkan Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) sangat relatif, tergantung pada lokasi dan luas tanahnya. Apabila lokasi pembangunan semakin luas dan strategis, maka biayanya juga semakin tinggi. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 128 tahun 2015 mengenai Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) untuk biaya administrasi pengurusan sertifikat adalah Rp50 ribu. Sedangkan waktu yang dibutuhkan untuk proses pengurusan sekitar 38 hari hingga 97 hari untuk sertifikat tanah dan 15 hari bagi sertifikat peralihan.
 
Namun harga yang diajukan tidak semurah itu. Formulir pengajuan pembuatan dikenai biaya Rp30 ribu. Terkadang ada biaya pengurusan sertifikat pertanahan yang dianggap masyarakat tidak transparan.
 
Oleh karena itu penting untuk mengetahui berapa biaya setiap proses pengurusan. Berikut ini rincian biaya pembuatan sertifikat rumah dikutip dari Pinhome.
 
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kementerian ATR Gunawan Muhammad telah merinci sejumlah pengeluaran yang diperlukan untuk pengurusan sertifikat pertahanan.
 
Pertama yaitu Bea Perolehan Hak atas Tanah Bangunan (BPHTB) yang dinilai lima persen dari total harga tanah serta bangunan. Biaya ini pada akhirnya akan masuk ke dalam kas Pemerintah Daerah yang berbentuk Pendapatan Asli Daerah (PAD). 
 
Sebanyak lima persen dari harga total tersebut nantinya akan diberi sertifikat. Sedangkan tarif Pengukuran dan Pemetaan Batas Bidang Tanah dihitung berdasarkan rumus, yaitu:
 
Luas tanah 0 hingga 100 hektare = (L/500 x HSBKu) + Rp100 ribu
Luas tanah 10 hingga 10 hektare = (L/400 x HSBKu) + Rp14 juta
Luas tanah di atas 1.000 hektare = (L/10.000 x HSBKu) + Rp134 juta
 
*L (luas tanah), HSBku (harga satuan biaya khusus kegiatan pengukuran), HSBKpa (Harga satuan Biaya Khusus Panitia Penilai A), HSBKpb (Harga Satuan Biaya Khusus Panitia Penilai B).
 
Di atas adalah keterangan harga batas bidang tanah. Sedangkan untuk tarif Pelayanan Pemeriksaan Tanah dihitung dengan rumus:
 
Unit skala kecil (L/500 x HSBKpa) + Rp350 ribu
Unit skala besar (L/100.000 x HSBKpa) + Rp5 juta
 
*L (luas tanah), HSBKpa (Harga satuan Biaya Khusus Panitia Penilai A)
 
Pada tarif pelayanan pendaftaran tanah untuk pertama kali sebesar Rp50 ribu dan dua persen dari nilai tambah Rp100 ribu. Harga Satuan Biaya Khusus Pengukuran (HSBKu) telah ditetapkan oleh menteri keuangan. Setiap provinsi nilainya berbeda-beda termasuk jenis pertanian atau pun nonpertanian.
 
(KIE)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif