TIPS
7 Cara Membuat Kamar Mandi Tetap Wangi Tanpa Harus Sering Digosok
Rizkie Fauzian
Rabu 14 Oktober 2026 / 23:32
- Reed diffuser, room spray, dan minyak esensial dapat menjadi pilihan untuk menambahkan aroma segar di kamar mandi.
- Cuci handuk dan keset secara teratur, lalu keringkan sebelum digunakan kembali untuk mengurangi bau akibat kelembapan.
- Perbaiki ventilasi dan periksa saluran pembuangan jika bau tidak sedap terus muncul meskipun kamar mandi sudah dibersihkan.
Jakarta: Kamar mandi termasuk area rumah yang rentan menimbulkan bau tidak sedap. Kelembapan tinggi, handuk yang basah, dan sirkulasi udara yang buruk dapat membuat ruangan terasa pengap meskipun sudah dibersihkan.
Untuk menjaga kamar mandi tetap segar, membersihkan lantai dan toilet saja terkadang tidak cukup. Penghuni juga perlu memperhatikan sumber bau serta memastikan ruangan memiliki ventilasi yang memadai.
Mengutip The Spruce, ada sejumlah cara yang dapat dilakukan untuk menjaga aroma kamar mandi tetap menyenangkan. Mulai dari menggunakan pewangi ruangan hingga merawat perlengkapan mandi, berikut tujuh tips yang bisa diterapkan di rumah.
Pilih aroma citrus, bunga, atau vanila sesuai selera. Letakkan diffuser di permukaan yang stabil dan tidak terkena cipratan air agar penggunaannya lebih optimal.
Batang diffuser dapat dibalik sesuai petunjuk produk untuk membantu menyebarkan aroma. Namun, pewangi ini hanya menambah aroma dan tidak menggantikan pembersihan sumber bau.
Pastikan daun tidak menghalangi aliran air dan tidak bersentuhan dengan sumber panas. Penempatannya juga perlu diperhatikan agar tidak mudah dijangkau anak-anak atau hewan peliharaan karena minyak eukaliptus dapat berbahaya jika tertelan.
Cara ini lebih cocok sebagai pelengkap suasana kamar mandi, bukan sebagai pengganti pembersihan rutin.
Pilih pewangi dengan aroma yang tidak terlalu menyengat. Aroma citrus atau floral dapat menjadi pilihan jika menginginkan kesan segar.
Gunakan sesuai petunjuk pada kemasan dan pastikan ventilasi memadai. Hindari menyemprotkan produk langsung ke kulit, wajah, atau permukaan yang tidak sesuai.
Jika bau tidak sedap terus muncul, periksa sumbernya terlebih dahulu agar masalah tidak sekadar tertutupi oleh pewangi.
Namun, penggunaan lilin menyala memerlukan perhatian khusus. Handuk, tirai, dan perlengkapan lain yang mudah terbakar harus dijauhkan dari api. Lilin juga tidak boleh ditinggalkan menyala tanpa pengawasan.
Jika kondisi kamar mandi tidak memungkinkan penggunaan lilin secara aman, diffuser tanpa api dapat menjadi alternatif untuk menghadirkan aroma tambahan.
Letakkan bola kapas dalam wadah kecil di rak yang stabil dan tidak terkena air. Ganti ketika aromanya mulai menghilang.
Pastikan minyak esensial tidak bersentuhan langsung dengan kulit atau permukaan yang rentan rusak. Simpan juga jauh dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan karena minyak esensial pekat dapat berbahaya jika tertelan.
Cara ini hanya berfungsi sebagai pewangi tambahan dan tidak mengatasi sumber bau dari saluran air atau jamur.
Karena itu, cuci handuk mandi, handuk tangan, dan keset secara teratur sesuai petunjuk perawatannya. Setelah digunakan, gantung handuk hingga benar-benar kering dan jemur atau keringkan keset yang basah sebelum digunakan kembali.
Pastikan kain disimpan dalam keadaan kering. Kebiasaan ini membantu mengurangi bau tidak sedap sekaligus menjaga perlengkapan kamar mandi tetap bersih.
Jika tersedia jendela, buka secara berkala ketika kondisi memungkinkan agar udara dapat berganti. Untuk kamar mandi tanpa jendela, exhaust fan dapat membantu mengeluarkan udara lembap.
Nyalakan exhaust fan selama dan setelah mandi sesuai kebutuhan serta petunjuk perangkat. Ventilasi yang baik membantu mengurangi kelembapan dan risiko pertumbuhan jamur.
Selain menjaga udara tetap segar, periksa pula saluran pembuangan, area sekitar toilet, dan sudut ruangan. Jika bau tetap muncul meskipun kamar mandi sudah dibersihkan, sumbernya mungkin berasal dari saluran pembuangan atau masalah sanitasi yang perlu ditangani.
Dengan menggabungkan kebersihan rutin, pengendalian kelembapan, dan penggunaan pewangi secara tepat, kamar mandi dapat tetap terasa segar tanpa harus terus-menerus menggosok seluruh permukaan. (Vira Farhatul Maula)
(KIE)
Untuk menjaga kamar mandi tetap segar, membersihkan lantai dan toilet saja terkadang tidak cukup. Penghuni juga perlu memperhatikan sumber bau serta memastikan ruangan memiliki ventilasi yang memadai.
Mengutip The Spruce, ada sejumlah cara yang dapat dilakukan untuk menjaga aroma kamar mandi tetap menyenangkan. Mulai dari menggunakan pewangi ruangan hingga merawat perlengkapan mandi, berikut tujuh tips yang bisa diterapkan di rumah.
Cara Membuat Kamar Mandi Tetap Wangi
Cara Membuat Kamar Mandi Tetap Wangi. Foto: AI
1. Gunakan Reed Diffuser
Reed diffuser dapat menjadi pilihan untuk memberikan aroma segar di kamar mandi. Pewangi ini terdiri dari wadah berisi cairan aromatik dan batang rotan yang membantu menyebarkan aroma ke udara.Pilih aroma citrus, bunga, atau vanila sesuai selera. Letakkan diffuser di permukaan yang stabil dan tidak terkena cipratan air agar penggunaannya lebih optimal.
Batang diffuser dapat dibalik sesuai petunjuk produk untuk membantu menyebarkan aroma. Namun, pewangi ini hanya menambah aroma dan tidak menggantikan pembersihan sumber bau.
2. Gantung Daun Eukaliptus di Area Shower
Daun eukaliptus dapat menjadi pilihan dekorasi alami untuk menghadirkan aroma khas di kamar mandi. Aroma daunnya dapat tercium ketika tanaman ditempatkan di area yang hangat dan memiliki sirkulasi udara memadai.Pastikan daun tidak menghalangi aliran air dan tidak bersentuhan dengan sumber panas. Penempatannya juga perlu diperhatikan agar tidak mudah dijangkau anak-anak atau hewan peliharaan karena minyak eukaliptus dapat berbahaya jika tertelan.
Cara ini lebih cocok sebagai pelengkap suasana kamar mandi, bukan sebagai pengganti pembersihan rutin.
3. Gunakan Room Spray
Room spray dapat digunakan untuk menyegarkan udara kamar mandi dengan cepat, misalnya setelah ruangan digunakan atau sebelum tamu datang.Pilih pewangi dengan aroma yang tidak terlalu menyengat. Aroma citrus atau floral dapat menjadi pilihan jika menginginkan kesan segar.
Gunakan sesuai petunjuk pada kemasan dan pastikan ventilasi memadai. Hindari menyemprotkan produk langsung ke kulit, wajah, atau permukaan yang tidak sesuai.
Jika bau tidak sedap terus muncul, periksa sumbernya terlebih dahulu agar masalah tidak sekadar tertutupi oleh pewangi.
4. Pilih Lilin Aromaterapi dengan Hati-hati
Lilin aromaterapi dapat menghadirkan aroma yang menenangkan sekaligus menambah suasana nyaman di kamar mandi.Namun, penggunaan lilin menyala memerlukan perhatian khusus. Handuk, tirai, dan perlengkapan lain yang mudah terbakar harus dijauhkan dari api. Lilin juga tidak boleh ditinggalkan menyala tanpa pengawasan.
Jika kondisi kamar mandi tidak memungkinkan penggunaan lilin secara aman, diffuser tanpa api dapat menjadi alternatif untuk menghadirkan aroma tambahan.
5. Manfaatkan Bola Kapas dan Minyak Esensial
Bola kapas yang diberi sedikit minyak esensial dapat digunakan sebagai pewangi sederhana. Aroma lemon atau jeruk bisa dipilih untuk menghadirkan kesan segar.Letakkan bola kapas dalam wadah kecil di rak yang stabil dan tidak terkena air. Ganti ketika aromanya mulai menghilang.
Pastikan minyak esensial tidak bersentuhan langsung dengan kulit atau permukaan yang rentan rusak. Simpan juga jauh dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan karena minyak esensial pekat dapat berbahaya jika tertelan.
Cara ini hanya berfungsi sebagai pewangi tambahan dan tidak mengatasi sumber bau dari saluran air atau jamur.
6. Cuci Handuk dan Keset secara Teratur
Handuk dan keset yang terus-menerus lembap dapat menimbulkan bau apek. Kondisi tersebut juga dapat mendukung pertumbuhan mikroorganisme jika kain tidak dikeringkan dengan baik.Karena itu, cuci handuk mandi, handuk tangan, dan keset secara teratur sesuai petunjuk perawatannya. Setelah digunakan, gantung handuk hingga benar-benar kering dan jemur atau keringkan keset yang basah sebelum digunakan kembali.
Pastikan kain disimpan dalam keadaan kering. Kebiasaan ini membantu mengurangi bau tidak sedap sekaligus menjaga perlengkapan kamar mandi tetap bersih.
7. Perbaiki Sirkulasi Udara
Sirkulasi udara yang buruk dapat membuat kelembapan terperangkap dan bau bertahan lebih lama. Kondisi ini kerap terjadi di kamar mandi yang minim jendela atau tidak memiliki ventilasi memadai.Jika tersedia jendela, buka secara berkala ketika kondisi memungkinkan agar udara dapat berganti. Untuk kamar mandi tanpa jendela, exhaust fan dapat membantu mengeluarkan udara lembap.
Nyalakan exhaust fan selama dan setelah mandi sesuai kebutuhan serta petunjuk perangkat. Ventilasi yang baik membantu mengurangi kelembapan dan risiko pertumbuhan jamur.
Selain menjaga udara tetap segar, periksa pula saluran pembuangan, area sekitar toilet, dan sudut ruangan. Jika bau tetap muncul meskipun kamar mandi sudah dibersihkan, sumbernya mungkin berasal dari saluran pembuangan atau masalah sanitasi yang perlu ditangani.
Dengan menggabungkan kebersihan rutin, pengendalian kelembapan, dan penggunaan pewangi secara tepat, kamar mandi dapat tetap terasa segar tanpa harus terus-menerus menggosok seluruh permukaan. (Vira Farhatul Maula)
(KIE)