Kesalahan mengepel yang bikin lantai bau amis. Foto: Freepik
Kesalahan mengepel yang bikin lantai bau amis. Foto: Freepik

Lantai Bau Amis Setelah Dipel? Ini Penyebabnya

Rizkie Fauzian • 14 Mei 2026 12:24
Ringkasnya gini..
  • Lantai yang tetap bau amis setelah dipel biasanya disebabkan oleh penggunaan kain pel kotor dan air yang jarang diganti.
  • Mengepel tanpa menyapu terlebih dahulu hingga menyimpan kain pel dalam kondisi lembap menjadi kesalahan yang sering dilakukan.
  • Penggunaan cairan pembersih berlebihan dan ember pel yang jarang dicuci dapat menyebabkan lantai mengeluarkan bau amis.
Jakarta: Mengepel lantai menjadi rutinitas penting untuk menjaga kebersihan rumah. Namun, lantai yang sudah dipel terkadang justru menimbulkan bau amis dan terasa lengket setelah kering.
 
Kondisi ini umumnya disebabkan oleh cara mengepel yang kurang tepat. Mulai dari penggunaan air kotor hingga kain pel yang jarang dibersihkan dapat membuat kotoran dan bakteri menyebar kembali ke permukaan lantai.
 
Jika dibiarkan, lantai tidak hanya menimbulkan bau tidak sedap, tetapi juga membuat rumah terasa kurang nyaman dan tidak higienis. Berikut beberapa kesalahan saat mengepel yang dapat membuat lantai menjadi bau amis.

Kesalahan mengepel yang bikin lantai bau amis

Lantai Bau Amis Setelah Dipel? Ini Penyebabnya
Kesalahan mengepel yang bikin lantai bau amis. Foto: Freepik
 

1. Jarang mencuci kain pel

Kain pel yang digunakan berulang kali tanpa dicuci dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri dan jamur.
 
Saat digunakan kembali, kotoran tersebut justru menyebar ke seluruh lantai dan memicu bau amis. Sebaiknya kain pel dicuci bersih dan dikeringkan setelah digunakan agar tetap higienis.

2. Menggunakan air pel yang terlalu kotor

Air pel yang sudah keruh seharusnya segera diganti. Jika tetap digunakan, kotoran akan kembali menempel pada lantai sehingga permukaan terasa lengket dan berbau tidak sedap. Mengganti air beberapa kali saat mengepel membantu menjaga lantai tetap bersih dan segar.

3. Tidak menyapu sebelum mengepel

Langsung mengepel tanpa menyapu membuat debu dan sisa kotoran bercampur dengan air pel. Akibatnya, lantai justru menjadi lebih kusam dan menimbulkan aroma tidak sedap setelah kering.
Membersihkan debu terlebih dahulu membantu proses mengepel menjadi lebih maksimal.

4. Membiarkan kain pel tetap lembap

Kain pel yang disimpan dalam keadaan basah dapat menimbulkan bau apek dan menjadi sarang bakteri. Bau tersebut kemudian menempel pada lantai saat digunakan kembali. Pastikan kain pel dijemur hingga benar-benar kering sebelum disimpan.

5. Penggunaan cairan pembersih berlebihan

Terlalu banyak menggunakan cairan pembersih dapat meninggalkan residu pada lantai. Sisa cairan tersebut membuat lantai terasa lengket dan memicu munculnya bau tidak sedap.

Gunakan cairan pembersih secukupnya sesuai petunjuk agar lantai tetap bersih tanpa meninggalkan bekas.

6. Jarang membersihkan ember pel

Ember pel yang jarang dicuci juga dapat menjadi sumber bau amis. Kotoran yang menumpuk di dasar ember akan bercampur dengan air bersih saat digunakan. Membersihkan ember secara rutin membantu menjaga alat kebersihan tetap higienis.

7. Lantai tidak segera dikeringkan

Lantai yang terlalu lama lembap dapat memicu pertumbuhan bakteri dan jamur penyebab bau amis. Kondisi ini sering terjadi pada ruangan dengan sirkulasi udara buruk.
 
Membuka jendela atau menyalakan kipas angin setelah mengepel dapat membantu lantai lebih cepat kering dan bebas bau.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KIE)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan