Udara panas memang tidak lagi asing bagi masyarakat yang tinggal di daerah beriklim tropis seperti Indonesia. Meskipun sudah terbiasa, udara dan hawa panas pasti cukup mengganggu aktivitas kamu di rumah.
Pengaruh cuaca yang tidak stabil dapat menyebabkan musim kemarau berlangsung lebih lama. Banyak orang percaya bahwa matahari menyebabkan hawa panas di dalam rumah, tetapi itu tidak selalu benar.
Ada sejumlah faktor yang dapat menyebabkan suhu di dalam rumah menjadi lebih panas. Apa kira-kira? Berikut penjelasannya dikutip dari laman Mitra Renov.
Penyebab ruangan terasa panas
.jpg)
Penyebab ruangan menjadi panas. Foto: Shutterstock
1. Ventilasi rumah selalu tertutup
Apakah anda sering membiarkan rumah dalam kondisi tertutup? Maka tidak heran bila rumah Anda terasa panas dan pengap. Rumah yang sering tertutup menjadi salah satu faktor timbulnya hawa panas karena sirkulasi udara tidak lancar.Maka dari itu disarankan untuk membuka pintu dan jendela setiap pagi. Hal ini bertujuan untuk membuat sirkulasi udara di rumah Anda menjadi lancar. Untuk menyiasati agar terik matahari tidak langsung menyorot ke dalam rumah, Anda bisa memasang tirai sehingga udara akan tetap terasa sejuk meski di siang hari.
Selain itu, perhatikan juga ventilasi udara pada rumah anda. Umumnya, rumah-rumah di era sekarang menerapkan ventilasi udara cross atau menyilang yang dapat dicapai bukan dari 1 dinding saja. Aliran udara yang mengalir dari jendela ke jendela lainnya dapat membantu untuk menyejukan ruangan sekaligus mengganti udara panas di dalam rumah.
2. Sirkulasi udara tidak lancar
Kurangnya sirkulasi udara di dalam rumah bisa membuat rumah anda terasa panas. Hal ini diakibatkan karena tidak membuka jendela rumah dan ventilasi rumah terlalu tertutup (Hanya memiliki bukaan di 1 dinding saja). Anda dapat menggunakan exhaust fan atau kipas sebagai alternatif untuk memperlancar sirkulasi udara di dalam rumah.3. Salah memilih material atap
Ada kemungkinan bahwa memilih material atap rumah yang salah dapat menyebabkan suhu di dalam rumah menjadi lebih panas. Beberapa material seperti plastik, seng, asbes, dan berbagai jenis logam memiliki sifat menyerap panas matahari, tetapi genteng tanah liat atau spandek pasir juga dapat meredam panas matahari.4. Plafon terlalu pendek
Suhu panas seolah-olah terjebak di dalam ruangan karena plafon yang terlalu pendek mencegah udara mengalir dengan baik. Tinggi ideal plafon rumah adalah tiga meter atau lebih. Plafon di bawah tiga meter pasti akan menyebabkan panas dan sumpek.5. Tidak memiliki taman rumah
Kurangnya tanaman di sekitar rumah juga bisa menjadi penyebab hunian terasa panas dan pengap. Maka cobalah untuk memanfaatkan tanaman hias yang bisa Anda letakkan di berbagai sudut rumah. Adanya tanaman hias bisa membuat rumah Anda terasa lebih sejuk, segar dan asri.6. Arah rumah yang salah
Lokasi rumah sangat memengaruhi suasananya. Sangat tidak disarankan untuk memiliki rumah di arah Barat (matahari tenggelam) karena ini akan membuat bagian depan rumah tidak disinari matahari pada pagi hari.| Baca juga: Catat! Ini Cara Bikin Rumah Sejuk Tanpa AC |
Di sisi lain, dinding rumah cenderung panas saat terkena sinar matahari langsung. Di belakang rumah Anda dapat membuat area terbuka yang memungkinkan cahaya matahari masuk.
7. Pemilihan cat dinding
Salah memilih warna cat dinding dapat membuat atmosfer rumah menjadi pengap. Maka dari itu penting untuk memperhatikan konsep rumah saat hendak menentukan warna cat dinding.Cat dinding warna gelap mampu untuk menyerap panas dan memantulkan cahaya, baik dari lampu maupun sinar matahari. Pemilihan warna cat yang gelap inilah yang membuat rumah semakin panas.
8. Rumah penuh barang dan berantakan
Jika kondisi rumah Anda berantakan dan penuh dengan barang-barang, suhunya dapat meningkat. Karena itu, Anda harus memilah mana barang-barang yang mungkin masih atau sudah tidak digunakan. Atur semua barang dengan rapi agar rumah menjadi lebih tenang dan tentunya bebas dari panas dan sumpek.Cara atasi ruangan panas

Berikut beberapa cara mengatasi ruangan panas, dikutip dari laman Cari Properti.
1. Gunakan tirai vitrase pada jendela
Meskipun membiarkan cahaya matahari masuk ke dalam rumah bagus, panas matahari juga akan meningkatkan suhu di dalam rumah.Cara paling mudah untuk mengatasi udara panas di dalam rumah adalah dengan menutup jendela dengan tirai vitrase. Tirai vitrase membiarkan panas matahari masuk tanpa menghentikan cahaya.
2. Matikan lampu pada siang hari
Selain menggunakan tirai vitrase, cara lain untuk membuat suhu di dalam rumah tetap dingin adalah dengan mematikan lampu di siang hari. Anda mungkin tidak menyadari bahwa lampu-lampu di rumah Anda juga meningkatkan suhu.Di siang hari, matikan lampu yang tidak terpakai dan biarkan sinar matahari masuk ke dalam rumah, karena mematikan lampu juga menghemat energi dan lebih ramah lingkungan.
3. Gunakan lampu LED
Jika Anda dapat mematikan lampu pada siang hari, hampir tidak mungkin Anda tetap mematikannya pada malam hari. Sebaliknya, gunakan lampu LED untuk mengurangi panas. Lampu pelepasan cahaya, juga dikenal sebagai LED, menggunakan lebih sedikit panas daripada jenis lampu lainnya, yang mengeluarkan 80–90% energinya sebagai panas. Lampu LED juga lebih tahan lama, yang berarti mereka tidak hanya menghemat listrik tetapi juga membuat udara lebih dingin.4. Perbanyak ventilasi udara
Sangat penting untuk menjaga sirkulasi udara yang lancar dari dalam ke luar agar rumah tidak terasa panas dan sumpek. Daripada mengeluarkan uang untuk membeli humidifier, lebih baik gunakan metode yang lebih sederhana dan gratis untuk memaksimalkan fungsi ventilasi udara di rumah Anda. Sirkulasi udara yang lancar juga dapat mencegah ruangan menjadi lembab.5. Membuka jendela pada saat malam hari
Salah satu cara untuk menjaga suhu di dalam rumah tetap stabil adalah dengan membiarkan jendela terbuka pada malam hari. Pada malam hari, udara di dalam rumah lebih rendah daripada di luarnya.Oleh karena itu, membiarkan jendela terbuka akan membantu Anda tidur dengan suhu yang lebih rendah. Selain itu, membuka jendela dan membiarkan udara luar masuk ke dalam ruangan dapat mengurangi tingkat CO2 di dalam ruangan. Ini membantu Anda tidur lebih nyenyak dan menghirup udara yang lebih sehat.
6. Meletakkan tanaman hias di dalam rumah
Semenjak pandemi, banyak yang mulai menggemari tanaman hias. Hobi yang satu ini bukan tidak ada manfaatnya. Selain mempercantik rumah, tanaman hias juga menghasilkan oksigen yang kita hirup. Sehingga, kualitas udara di dalam rumah menjadi lebih baik.Jangan remehkan ukurannya yang kecil, karena tanaman hias pun dapat membuat udara di dalam rumah lebih rendah. Menurut penelitian NASA, bulir air yang muncul di permukaan tanaman lewat proses transpirasi akan berevaporasi dan dapat mengurangi panas di udara.
Banyak juga penelitian yang membuktikan bahwa merawat tanaman dapat berdampak positif terhadap kondisi psikologis seseorang. Jadi, tidak hanya membuat rumah jadi lebih sejuk, tetapi juga menghilangkan stress.
7. Menutup ruangan yang tidak sedang digunakan
Ternyata menutup pintu ruangan yang tidak terpakai membantu mengurangi udara panas di dalam rumah juga. Udara panas dapat mengalir ke seluruh rumah jika banyak ruangan terbuka. Oleh karena itu, tutup ruangan yang tidak digunakan. Selain itu, dengan menggunakan lebih sedikit area, pendinginan dapat terkonsentrasi pada area yang Anda gunakan saja.8. Matikan alat elektronik yang tidak terpakai
Tanpa Anda sadari, alat elektronik yang menyala akan menghasilkan panas. Panas ini juga dapat memengaruhi udara di dalam rumah. Sangat tidak disarankan untuk meninggalkan TV atau laptop menyala sepanjang hari.Panas yang ditimbulkan tidak hanya merupakan boros energi, tetapi juga dapat mempengaruhi udara dan membuat Anda tidak nyaman. Oleh karena itu, pastikan untuk mematikan alat elektronik yang tidak Anda gunakan.
9. Meninggikan plafon rumah
Bukan rahasia lagi bahwa plafon tinggi dan langit-langit tinggi memungkinkan udara di dalam rumah tidak terasa panas. Ini karena udara panas dari bawah memiliki lebih banyak ruang untuk keluar dan menyebar.Untuk menghindari terjebak dalam ruang yang terbatas bersama dengan orang lain. Dengan ventilasi yang cukup, sirkulasi udara akan semakin lancar dan udara di dalam rumah akan lebih baik.
Namun, menaikkan ketinggian plafon rumah memerlukan renovasi besar-besaran. Ini tidak dapat dilakukan dengan perubahan tiba-tiba seperti mematikan lampu, membuka jendela, meletakan tanaman hias, atau mematikan alat elektronik. (Zein Zahiratul Fauziyyah)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News