Pilih rumah baru atau bekas ya?

Rizkie Fauzian 30 Mei 2018 16:25 WIB
perumahan
Pilih rumah baru atau bekas ya?
Sebuah kompleks perumahan kelas menengah di Bandung. Antara Foto/Raisan Al Farizi
Jakarta: Kondisi rumah adalah salah satu pertimbangan penting sebelum memutuskan membelinya. Baik itu unit rumah baru, apalagi rumah bekas tinggal.

Sebenarnya baik unit baru dan bekas, masing-masing punya keunggulan. Tentu saja ada pula kekurangannya. Sebagai penghuni kita harus menyesuaikan diri -dan bila perlu juga menyiapkan anggaran- untuk menyisatinya.


Berikut ini kekuarangan dan kelebihan rumah baru dan rumah bekas tinggal;


Keuntungan rumah baru

Tentu saja secara fisik rumah baru terlihat lebih bagus. Desainnya pun lebih kekinian. Bila ada kekurangan bisanya tidak membutuhkan biaya terlalu besar untuk perbaikannya.

Biasanya rumah baru dijual oleh pengembang perumahan baru. Maka dalam paket pembelian tak jarang ada bonus yang diberikan seperti kanopi untuk carport, perabotanan, AC atau kitchen set.

Kekurangan rumah baru

Area perumahan baru biasanya masih sepi, tetangga di lingkungan sama-sama orang baru sehingga kurang mengetahui seluk-beluk kawasan. Tidak hanya itu, jika dibandingkan dengan rumah bekas, harga rumah baru jelas lebih tinggi.

Keuntungan rumah bekas

Harganya pasti lebih negotiable sehingga besar kemungkinan kita mendapat harga lebih murah. Fasilitas di sekitar rumah bekas pun biasanya sudah tersedia seperti sekolah, kesehatan dan transportasi umum.  

Kekurangan rumah bekas

Anda harus jeli melihat usia bangunan rumah dan bagian-bagian yang membutuhkan beberapa renovasi. Jangan sampai dana yang dikeluarkan melebihi batas hingga lebih mahal dari unit baru,

Anda juga harus jeli melihat status dan riwayat rumah  agar terhindar dari hal-hal yang merugikan di masa depan. Misalnya ternyata rumah tersebut sedang diagunkan ke bank, sengketa warisan atau bahkan hendak digusur.

 



(LHE)