Tips beli rumah dengan KPR. Foto: Shutterstock
Tips beli rumah dengan KPR. Foto: Shutterstock

Tips Beli Rumah dengan Sistem KPR

Properti Tips Properti Perjanjian Jual-Beli Properti Tips beli rumah
Rizkie Fauzian • 27 Juli 2021 22:20
Jakarta: Membeli hunian dengan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) menjadi solusi di tengah tingginya harga rumah. Namun, memiliki penghasilan cukup belum tentu dianggap mampu mencicil rumah dengan KPR. 
 
Ada beberapa persyaratan yang diberikan perbankan untuk mengajukan KPR. Selain itu, membeli rumah dengan KPR juga dibutuhkan komitmen yang kuat karena harga yang mahal dan waktu yang panjang.
 
Berikut ini beberapa tips yang bisa Anda perhatikan saat Anda berencana membeli rumah dengan KPR, dikutip dari Lifepal.

1. Kelayakan mencicil

Bank atau lembaga pemberi kredit bisa saja memberikan penilaian skor bagus pada Anda karena ketepatan pembayaran angsuran. Namun ketahuilah dengan seksama, apakah Anda memang layak untuk mencicil rumah.
 
Caranya adalah dengan mengetahui rasio utang berbanding aset Anda sendiri. Nilai rasio utang berbanding aset menunjukkan berapa besar aset milik kita, yang dibiayai utang. Dengan membagi total utang dan total aset, maka kita bisa mendapatkan skor untuk rasio ini.
 
Nilai ideal dari rasio ini adalah di bawah 50 persen. Jika nilainya lebih dari 50 persen maka tandanya, nilai utang kita telah melebihi nilai aset dan hal ini jelas menunjukkan ketidaksehatan finansial. Perbaikilah terlebih dulu rasio ini sebelum Anda mengajukan KPR.  

2. Jangan berutang 

Amankanlah terlebih dulu dana darurat Anda. Jangan berutang jika tak ada dana darurat. Ketersediaan dana darurat yang ideal adalah tiga hingga enam kali pengeluaran bulanan.
 
Semakin banyak tanggungan kita atau semakin tinggi risiko pekerjaan kita, maka semakin besar pula kebutuhan dana darurat kita.

3. Siapkan DP

Ketahuilah terlebih dulu, kapan Anda akan membeli rumah dan membayar uang mukanya (DP). Ketahui pula biaya yang akan Anda keluarkan, dan sisihkan uang Anda secara rutin di instrumen investasi.
 
Jika memang pembelian rumah ditargetkan dalam satu hingga tiga tahun ke depan, maka simpanlah dana tabungan pembelian rumah di instrumen investasi rendah risiko dan memiliki imbal hasil tetap.
 
Hindari penempatan dana di instrumen tinggi imbal hasil dan tinggi risiko, karena jangka waktu menabung Anda cenderung pendek. Risiko pasar yang terjadi dalam waktu dekat tentu bisa saja memengaruhi imbal hasil investasi Anda.

4. Siapkan cicilan 

Bank atau lembaga pemberi kredit mungkin saja menyetujui pengajuan KPR dengan nominal cicilan 50 persen dari penghasilan bulanan. Akan tetapi cicilan rumah ideal maksimal adalah 35 persen dari penghasilan.
 
Mengapa demikian? Alasannya adalah agar kita tidak perlu mengurangi pengeluaran yang terkait kebutuhan pokok sehari-hari, asuransi, maupun investasi untuk dialokasikan ke dalam cicilan.

5. Jangan tergesa-gesa

Jika Anda berniat mengajukan KPR di bank konvensional, ketahuilah bahwa akan ada biaya penalti pelunasan dipercepat yang akan muncul. Lain halnya dengan KPR syariah.
 
Melunasi cicilan utang di awal waktu bukan hanya memaksa Anda keluar uang lebih banyak. Melainkan juga bisa membuat Anda kekurangan likuiditas atau aset lancar.
 
Pahamilah bahwa dalam kesehatan finansial, jumlah aset lancar (kas atau setara kas) yang ideal adalah 15 persen hingga 20 persen dari total kekayaan bersih.
 
Keberadaan rumah baru tentu saja akan menambah nilai aset Anda yang akan memengaruhi nilai kekayaan bersih (total aset-total utang). Semakin tinggi kekayaan bersih Anda, maka semakin besar pula aset lancar yang harus dimiliki.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


(KIE)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif