Ada banyak faktor yang menyebabkan biaya renovasi membengkak. Salah satunya tidak melakukan pengawasan yang ketat terhadap pengeluaran.
Tak hanya itu, adanya perubahan pada desain di tengah pembangunan menjadi salah satu penyebab membengkaknya biaya renovasi rumah.
Berikut ini beberapa hal yang membuat biaya renovasi rumah membengkak, dikutip dari Pinhome.
1. Mengabaikan gambar
Tidak membuat gambar renovasi rumah sebagai pedoman pelaksanaan, hal ini dapat menyebabkan adanya pekerjaan bongkar pasang akibat bangunan belum sesuai keinginan, hal ini tentu tidak akan terjadi jika segala bentuk perubahan sudah dilakukan dalam bentuk gambar.2. Salah data
Sudah membuat gambar dan menghitung Rencana Anggaran Biaya (RAB) rencana anggaran biaya bangunan tapi salah dalam membuat data existing rumah sebelum renovasi. Hal ini dapat menyebabkan adanya pekerjaan yang diluar perkiraan seperti pembongkaran, gambar tidak bisa diterapkan dll.3. Material bangunan
Tidak membandingkan beberapa material bangunan sehingga bisa dipilih mana yang mempunyai kualitas terbaik dan harga paling murah.4. Tukang bangunan
Tidak menggunakan tukang bangunan yang profesional sehingga proses pelaksanaan menjadi lama dan hasilnya tidak bagus.Terjadi bencana alam, entah itu banjir, gempa, kebakaran atau yang lainya sehingga menimbulkan pembengkakan biaya pelaksanaan renovasi rumah.
5. Izin Mendirikan Bangunan (IMB)
Tidak mengurus IMB izin mendirikan bangunan sebelum melakukan renovasi rumah, hal ini dapat menyebabkan bangunan disegel sehingga harus menghentikan aktifitas, akibatnya kita harus memberi gaji kepada tukang bangunan atau seluruh pekerja yang tidak berproduksi.6. Kurang kooperatif
Tidak bekerjasama dengan pihak keamanan setempat, RT, RW, atau pejabat kelurahan sehingga tidak bisa segera menyelesaikan permasalahan yang terkait masyarakat sekitar apabila terjadi gangguan. Contohnya ada tetangga yang merasa terganggu lalu protes untuk menghentikan kegiatan renovasi yang sedang berlangsung.7. Terlalu banyak keinginan
Terlalu banyak keinginan sehingga susah untuk mewujudkanya kedalam bentuk bangunan, contohnya sudah memasang keramik lantai warna biru tapi ada ada anggota keluarga lain yang tidak setuju, lalu meminta untuk membongkar dan mengganti dengan warna merah. Hal ini tentu membutuhkan biaya tambahan.Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News